Mengatur pola makan serta berolahraga secara rutin kerap menjadi fokus utama bagi seseorang yang berniat menurunkan berat badan. Walau demikian, terdapat satu kebiasaan krusial lain yang sering kali dilupakan, yakni mencukupi waktu istirahat di malam hari.
Pengaruh Kurang Tidur Terhadap Kalori dan Lemak Perut
Dokter Adam Prabata, seorang dokter yang aktif membagikan edukasi kesehatan, memberikan pengingat bahwa tidur yang memadai turut memegang peranan penting dalam proses penurunan berat badan. Berdasarkan penjelasannya melalui akun X, durasi tidur yang kurang sanggup memengaruhi jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh beserta komposisi tubuh secara keseluruhan.
Ia merujuk pada hasil riset yang menunjukkan bahwa pembatasan waktu tidur hingga tersisa empat jam per hari berkaitan erat dengan lonjakan asupan kalori. Di sisi lain, jumlah energi yang dikeluarkan oleh tubuh tidak memperlihatkan perubahan yang sebanding dengan kalori yang masuk.
Apabila kekurangan waktu istirahat tersebut terjadi secara terus-menerus, maka akibatnya dapat memicu akumulasi lemak pada tubuh, termasuk pada bagian perut. Menurut dr. Adam, kebiasaan tidur hanya empat jam sehari yang berlangsung selama minimal dua minggu berhubungan dengan kenaikan lemak perut yang mencapai 9 hingga 11 persen lebih tinggi.
Situasi ini mengindikasikan bahwa individu yang tengah berjuang memangkas berat badan dapat menghadapi hambatan tambahan apabila kebutuhan istirahatnya tidak terpenuhi. Kendati upaya pengaturan porsi makan sudah dilakukan, durasi tidur yang minim justru berisiko mendongkrak jumlah kalori harian.








