Daftar Isi
Industri pariwisata di Alaska mengalami perubahan signifikan dengan meningkatnya kepemilikan infrastruktur oleh korporasi pribumi setempat. Dari dermaga kapal pesiar hingga sarana transportasi dan penginapan, keterlibatan komunitas adat memberikan kendali lebih besar dalam cara destinasi dikembangkan serta bagaimana pengunjung menikmati budaya lokal.
Jejak Sejarah dan Jalur Tiang Totem di Juneau
Kawasan pusat kota Juneau dihiasi oleh tiang-tiang totem yang menjulang di sepanjang jalur pesisir Marine Way sejak tahun 2023. Proyek bernama Kootéeyaa Deiyí atau Jalur Tiang Totem ini dipimpin oleh Sealaska Heritage Institute untuk merepresentasikan kebudayaan suku Tlingit, Haida, dan Tsimshian. Menurut Ricardo Worl dari Sealaska Heritage Institute, kehadiran fisik masyarakat adat sebelumnya sangat terbatas di wilayah tersebut. Dirinya menyatakan kepada Condé Nast Traveler bahwa jalur ini menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali kehadiran mereka di tanah leluhur, mengingat lebih dari satu juta penumpang kapal pesiar tiba di Juneau setiap tahunnya.
Perubahan ini sejalan dengan terbentuknya korporasi pribumi Alaska melalui undang-undang Alaska Native Claims Settlement Act pada tahun 1971. Perusahaan-perusahaan berorientasi profit ini dijalankan oleh dan untuk para pemegang saham pribumi Alaska. Salah satu contoh utamanya adalah Huna Totem Corporation yang mewakili para pemegang saham dari Hoonah dan Glacier Bay, di mana pariwisata menjadi pilar penting dalam strategi pembangunan ekonomi mereka.
Model Pengelolaan Icy Strait Point dan Ekspansi
Destinasi pelayaran swasta pertama di Alaska, Icy Strait Point di Hoonah, dikembangkan oleh Huna Totem sejak dibuka pada tahun 2004. Direktur pemasaran dan komunikasi Huna Totem, Ruth Banaszak, menjelaskan bahwa kepemimpinan perusahaan berfokus pada penyediaan stabilitas ekonomi untuk generasi mendatang agar kebudayaan dapat terus dilestarikan. Kompleks seluas itu dilengkapi dua dermaga kapal pesiar serta berbagai area aktivitas guna mendistribusikan arus pengunjung agar tidak menumpuk di satu titik.
Kawasan tersebut memanfaatkan fasilitas bekas pabrik pengalengan salmon tahun 1912 yang kini menjadi museum dan pusat kegiatan wisata. Banaszak menuturkan bahwa mereka mempekerjakan sekitar 350 orang untuk musim tersebut di kota berpenduduk 950 jiwa, sehingga siapa pun yang ingin bekerja di komunitas dapat memperoleh pekerjaan. Model ini turut mendorong warga lokal mendirikan bisnis mandiri, seperti tur perahu pengamatan paus di Point Adolphus.
Keberhasilan di Hoonah mendorong Huna Totem memperluas jangkauannya ke wilayah lain di Alaska Tenggara maupun sekitarnya. Perusahaan tersebut membuka terminal kapal pesiar Glacier Gateway di Whittier pada tahun 2024. Huna Totem juga bermitra dengan Doyon, Limited serta korporasi desa Klawock Heenya untuk mendirikan pelabuhan kapal pesiar baru di Klawock. Selain itu, Huna Totem sedang mengembangkan proyek Áak’w Landing di pusat kota Juneau yang dijadwalkan beroperasi penuh pada tahun 2028 untuk meningkatkan mobilitas pengunjung tanpa menambah jumlah kapal secara berlebihan.
Keterlibatan Suku Dene dan Penginapan Pedalaman
Sementara itu, Doyon, Limited yang berbasis di Fairbanks dan mewakili masyarakat Dene di pedalaman turut masuk ke sektor pariwisata maritim. Presiden Doyon Tourism, Jordan Sanford, menyampaikan bahwa lebih dari 60 persen pengunjung datang ke Alaska menggunakan kapal pesiar, sehingga keterlibatan dalam industri ini diperlukan untuk bertumbuh. Di Taman Nasional Denali, Doyon mengoperasikan Kantishna Roadhouse yang merupakan satu-satunya penginapan milik pribumi di kawasan tersebut selama tiga dekade.
Sejak tahun 2004, Doyon juga bekerja sama dengan Aramark dalam mengoperasikan tur bus, layanan transit, dan area perkemahan di taman nasional tersebut. Kemitraan dengan Huna Totem memberikan peluang bagi Doyon untuk melakukan diversifikasi sekaligus memenuhi ekspektasi wisatawan yang mencari pengalaman lebih otentik. Sanford menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan para pemegang saham untuk bekerja sekaligus membagikan kebudayaan mereka secara langsung kepada wisatawan.
Langkah berikutnya dari Doyon adalah merestorasi Chatanika Gold Camp dekat Fairbanks yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2027 sebagai pusat pengalaman cahaya utara dengan program kebudayaan yang mendalam. Seluruh jaringan bisnis yang dikembangkan oleh korporasi-korporasi ini bertujuan menciptakan koridor mandiri, di mana para pelancong dapat menikmati kunjungan ke berbagai destinasi yang dimiliki dan dikelola langsung oleh masyarakat pribumi Alaska dari awal hingga akhir perjalanan.








