Maskapai penerbangan Air Astana meluncurkan layanan koneksi internet nirkabel atau wifi berbasis satelit pada armada pesawat A321LR mereka, seperti dilaporkan Business Traveller. Seluruh penumpang dapat menikmati fasilitas tersebut tanpa dipungut biaya hingga 31 Januari mendatang.
Perkembangan Teknologi Wifi Maskapai
Pilihan teknologi wifi satelit saat ini terbagi ke dalam beberapa pendekatan yang membentuk peta konektivitas penerbangan di kawasan Asia-Pasifik. Sistem multi-orbit milik SES menggunakan teknologi berbasis ESA yang telah digunakan oleh sejumlah maskapai internasional termasuk Japan Airlines, Skymark Airlines, dan Royal Brunei Airlines di Asia-Pasifik. Japan Airlines memilih SES untuk armada jarak jauh mereka, sementara Royal Brunei melengkapi seluruh armada A320neo miliknya dengan sistem tersebut.
Pesaing Layanan Starlink
Di sisi lain, konstelasi orbit bumi rendah milik Starlink menjadi standar untuk layanan internet cepat dan cuma-cuma. Qatar Airways telah merampungkan pemasangan pada 150 pesawat badan lebar pada Agustus lalu dengan menawarkan akses gratis terbatas, sementara Emirates menargetkan 232 pesawat hingga pertengahan tahun 2027 dengan fasilitas serupa. Untuk wilayah Asia, Singapore Airlines menjadwalkan pemasangan Starlink pada armada A350-900 dan A380 mulai kuartal pertama tahun 2027 hingga akhir 2029. Maskapai penerbangan lain di kawasan ini seperti Korean Air beserta maskapai saudaranya telah berkomitmen menggunakan Starlink pada Desember 2025, Zipair telah bergabung, dan Air New Zealand menguji coba layanan tersebut pada penerbangan domestik.
Meskipun demikian, layanan internet gratis di kabin pesawat semakin selektif karena beberapa maskapai kini meminta nomor anggota frequent flyer atau rincian kartu kredit sebelum penumpang dapat terhubung. Contohnya diterapkan oleh Copa Airlines yang membatasi akses cuma-cuma khusus bagi anggota tingkat elit dan kelas bisnis.







