Gubernur Bali Targetkan Bartender Arak Bali Menang di Polandia

Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan tiga bartender arak bali dapat mengulang prestasi internasional dengan menorehkan kemenangan pada ajang Food Town Flair Challenge IV di Polandia. Harapan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menerima para bartender di Denpasar guna membahas kesiapan mereka menghadapi kompetisi dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 19 November 2026.

Persiapan Kompetisi di Polandia

Tiga generasi muda yang akan berangkat ke Polandia pada 16 November 2026 tersebut terdiri atas Gede Rico Hardiana Widnyana, I Wayan Eka Darmawan, dan I Kadek Suniantara. Gubernur Koster menyatakan bahwa keikutsertaan anak muda dalam kompetisi tingkat global merupakan kesempatan strategis guna mempromosikan produk lokal secara kreatif. Keterampilan meracik minuman serta aksi *flair bartending* dinilai efektif untuk memperkenalkan arak bali dengan tetap menonjolkan karakter serta nilai budaya setempat.

Prestasi Gemilang di Las Vegas

Sebelumnya, Gede Rico Hardiana Widnyana berhasil menyabet predikat juara kedua dunia pada ajang The TDuB World Championship-Grand Finals yang diselenggarakan di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 4 hingga 5 Oktober 2026. Kompetisi bergengsi dari Grand Slam World Flair Association tersebut diikuti oleh 33 peserta dari 18 negara dan mengantarkan Rico membawa pulang sabuk perak serta hadiah uang tunai sebesar 4.000 dolar AS.

Rico menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah sehingga dirinya bisa tampil di kancah internasional. Ia berkomitmen untuk terus mengangkat produk lokal ke panggung global melalui keahlian meracik minuman. Selain berlomba, Rico bersama Eka Darmawan juga memanfaatkan momen di Las Vegas untuk memperkenalkan arak bali melalui aksi amal dengan melelang empat botol racikan minuman lokal senilai 400 dolar AS atau sekitar Rp7,22 juta untuk disumbangkan.

Pendiri Doctorbar Gede Ngurah Udayana menjelaskan bahwa keikutsertaan para bartender Bali tersebut tidak sekadar memburu prestasi kejuaraan, tetapi juga mengenalkan arak bali lewat atraksi keterampilan meracik dan kegiatan sosial. Pemanfaatan arak bali dalam seni *mixology* modern ini menunjukkan kapasitas besar produk tradisional Pulau Dewata dalam menembus persaingan global.