Mogok Kerja di Italia dan Spanyol Ganggu Jadwal Wisatawan

Aksi mogok kerja masinis dan pekerja sektor transportasi di Spanyol serta Italia berpotensi mengganggu perjalanan wisatawan pada akhir Oktober 2026. Penumpang moda transportasi kereta api dan pesawat terbang diimbau mengantisipasi potensi keterlambatan hingga pembatalan jadwal keberangkatan.

Layanan Kereta Api Spanyol Terdampak

Seperti dilaporkan Liputan6.com, serikat masinis kereta api SEMAF di Spanyol menjadwalkan pemogokan yang berdampak langsung pada operasional Renfe, operator kereta api nasional setempat. Aksi tersebut berlangsung mulai Kamis (29/10/2026) pukul 21.00 hingga Jumat (30/10/2026) pukul 20.59 waktu lokal. Mengutip laporan Fox News, pihak SEMAF menyoroti persoalan keselamatan perkeretaapian, kondisi kerja, serta komitmen yang dinilai belum dipenuhi.

Guna menekan dampak gangguan mobilitas publik, Pemerintah Spanyol memberlakukan aturan batas minimum operasional. Pihak Renfe mencatat sebanyak 73 persen layanan kereta jarak jauh dan berkecepatan tinggi, serta 65 persen kereta jarak menengah, diwajibkan untuk tetap beroperasi melayani penumpang.

Di sisi lain, manajemen Renfe membantah tuduhan serikat pekerja. Perusahaan menyatakan telah menyelesaikan seluruh poin kesepakatan sejak Februari lalu demi meningkatkan kualitas sistem perkeretaapian, termasuk menambah perekrutan tenaga kerja dan mengoptimalkan pemeliharaan armada. Pihak Renfe menyayangkan aksi tersebut meski tetap menghormati hak mogok para pekerja.

Selain Renfe, gangguan perjalanan kereta di Spanyol diperkirakan kian bertambah karena masinis Ouigo juga berencana menggelar aksi mogok 24 jam pada Jumat (30/10/2026). Menurut laporan Business Travel News Europe, pemogokan operator kereta berkecepatan tinggi tersebut dipicu oleh protes mengenai kondisi kerja.

Aksi Mogok Nasional dan Penerbangan di Italia

Sementara itu di Italia, serikat pekerja USB menggelar aksi pemogokan nasional pada Jumat (30/10/2026) yang memengaruhi operasional penerbangan, kereta api, dan angkutan umum lainnya. Serikat pekerja menuntut penyesuaian upah, perbaikan sistem pensiun, penanganan lonjakan biaya hidup, serta menolak peningkatan anggaran militer negara.

Sektor penerbangan di Italia turut berpotensi mengalami gangguan. Pekerja layanan penanganan darat (ground handling) di Bandara Florence dan Bandara Pisa menjadwalkan aksi mogok terpisah selama 24 jam pada hari yang sama. Di samping itu, guna mengantisipasi potensi kerusuhan setelah demonstrasi sebelumnya berujung bentrok, pemerintah setempat menyiagakan pasukan pengamanan tambahan di Kota Milan.

Para wisatawan yang memiliki jadwal keberangkatan diimbau untuk memantau status penerbangan dan kereta api secara berkala melalui saluran resmi operator. Penumpang dapat memeriksa apakah perjalanan yang telah dipesan masuk dalam daftar layanan minimum yang tetap beroperasi guna meminimalkan risiko keterlambatan.