Pesona Savannah: Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di AS
Savannah di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, dikenal sebagai salah satu kota tercantik dengan pepohonan ek yang terhiasi lumut Spanyol serta deretan rumah bersejarah. Kota ini menawarkan perpaduan menarik antara sejarah, seni kontemporer, kuliner khas, dan lanskap kota yang dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.
Kawasan Bersejarah yang Ramah Pejalan Kaki
Kawasan Historic District di Savannah dirancang jauh sebelum kendaraan bermotor ada, sehingga tata kotanya sangat mendukung para pejalan kaki. Kawasan ini memiliki 23 alun-alun hijau dengan karakter unik masing-masing yang cocok untuk tempat bersantai. Di sepanjang jalan tepi sungai, River Street menyajikan deretan toko, galeri, studio seni, dan restoran yang menempati bekas gudang penyimpanan kapas.
Di ujung selatan kawasan bersejarah ini, terdapat Forsyth Park seluas 30 ekar. Taman kota ini menjadi lokasi dari Forsyth Fountain, salah satu ikon arsitektur yang paling populer di Savannah.
Sejarah Kekayaan Budaya Afro-Amerika
Sejarah perkembangan Savannah tidak terlepas dari keberadaan masyarakat Afro-Amerika dan masa perbudakan. Sejak abad ke-18, warga Afrika yang diperbudak dibawa melalui pelabuhan kota untuk bekerja di perkebunan beras, kapas, dan nila di wilayah pesisir Georgia. Dari generasi ke generasi, mereka melahirkan kebudayaan Gullah-Geechee yang khas dengan bahasa, tradisi, dan ragam kuliner tersendiri.
Baca Artikel Lainnya
- Rekomendasi Wisata Kereta dari Roma ke Kota Lain di Italia ›
- Panduan Lengkap Perencanaan Liburan ke Aulani Resort & Spa Hawaii ›
- HKTB Luncurkan "Hong Kong Good Take" untuk Wisata Film ›
- Proyek Renovasi Disney's Polynesian Resort Diperpanjang 2027 ›
- Menikmati Keindahan Musim Dingin di Pegunungan Rocky Kanada ›
- Tanggal Buka Wahana Wreck-It Ralph di Tokyo Disneyland ›
Warisan budaya tersebut kini dapat dipelajari di museum komunitas Pin Point Heritage Museum yang terletak di sebelah selatan kota, seperti dilaporkan The Independent. Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi Owens-Thomas House & Slave Quarters serta Ralph Mark Gilbert Civil Rights Museum untuk memahami sejarah perjuangan hak-hak sipil di kota tersebut.
Geliat Seni dan Wisata Kuliner
Kehadiran perguruan tinggi seni Savannah College of Art and Design (SCAD) turut mendorong kota ini menjadi pusat kegiatan para seniman dan desainer. Museum SCAD Museum of Art menempati bangunan bekas kompleks kereta api era sebelum Perang Saudara (antebellum) tertua di AS. Pengunjung juga dapat menikmati karya seni modern di Telfair Museums dan Jepson Center.
Bagi pencinta desain dan gaya hidup, kawasan Downtown Design District dan Starland District menawarkan pengalaman berbelanja di toko interior independen, galeri, toko barang antik, serta kafe berkonsep bohemian. Di sektor kuliner, Savannah menghadirkan tempat makan klasik seperti Mrs Wilkes’ Dining Room dan Olde Pink House, hingga restoran modern seperti The Grey yang memanfaatkan bangunan bekas terminal bus Greyhound bergaya Art Deco.
Destinasi Pantai di Tybee Island
Selain daya tarik perkotaan, Savannah juga memiliki akses mudah menuju kawasan pesisir. Hanya berjarak sekitar 20 menit berkendara dari kawasan bersejarah, terdapat Tybee Island yang menawarkan lima area pantai, termasuk South Beach dan Back River Beach yang populer untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.
Di pulau ini berdiri Tybee Island Lighthouse, mercusuar tertua dan tertinggi di Georgia. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas luar ruang seperti berkayak, bersepeda, hingga menyaksikan lumba-lumba. Untuk wisata kuliner khas pesisir, terdapat restoran The Crab Shack yang menyajikan hidangan kepiting sekaligus memungkinkan pengunjung melihat anak aligator di Gator Lagoon. Kota Savannah sendiri dapat dijangkau melalui penerbangan transit dari Atlanta atau pusat penerbangan utama lainnya di Amerika Serikat.

