Benidorm Larang Skuter Mobilitas Ganda Demi Keselamatan
Pemerintah Kota Benidorm di Spanyol menyetujui amendemen aturan mobilitas untuk memperketat keselamatan di jalan raya dan kawasan pejalan kaki. Kebijakan baru ini melarang penggunaan skuter mobilitas yang dirancang untuk mengangkut lebih dari satu orang.
Aturan Baru Skuter Mobilitas di Benidorm
Dewan Kota Benidorm mengesahkan amendemen awal terhadap Ordinansi Mobilitas Perkotaan Nomor 1 pada Rabu. Beleid tersebut bertujuan memperkuat keselamatan berlalu lintas dan keberlanjutan lingkungan di area perkotaan, serta memperketat regulasi penggunaan kursi roda swa-gerak.
Keputusan yang disetujui secara bulat oleh seluruh kelompok politik ini melarang skuter mobilitas yang bisa dinaiki lebih dari satu orang. Anggota Dewan Mobilitas Francis Muñoz menyatakan bahwa larangan tersebut akan membantu menjamin keselamatan di trotoar serta kawasan pejalan kaki.
Langkah ini diambil setelah melalui masa konsultasi publik selama 15 hari tanpa adanya keberatan, saran, maupun kontribusi yang diterima. Berdasarkan laporan media lokal, aturan tersebut baru akan resmi berlaku setelah mendapat pengesahan akhir usai masa konsultasi publik lanjutan selama 30 hari kerja.
Baca Artikel Lainnya
- Pria Tewas Tertabrak Truk di Jalan Tol M2 Inggris ›
- LOT dan Thai Airways Rencanakan Kerja Sama Codeshare ›
- Alaska Airlines Berencana Buka Rute Penerbangan Trans-Pasifik ›
- Air India Express Buka Rute Mangaluru-Ras Al Khaimah ›
- Pemilu Israel Buntu, Apple Rilis Pembaruan dan Jam Tangan Eror ›
- Seragam Baru Awak Kabin PIA Karya Desainer Terkenal HSY ›
Ketentuan Sewa dan Reaksi Publik
Sejumlah toko penyewaan skuter mobilitas di kawasan wisata tersebut terpantau masih memasarkan kendaraan tandem secara daring. Destinasi populer ini memiliki lebih dari setengah lusin tempat penyewaan bagi pelancong, dengan aturan ketat yang melarang penggunaan oleh anak muda.
Wisatawan yang ingin menyewa skuter harus berusia minimal 65 tahun atau memiliki bukti disabilitas. Pengguna juga wajib memiliki asuransi tanggung jawab publik yang sah serta menghadapi ancaman denda berat jika mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
Selain itu, kendaraan tersebut wajib dikemudikan di atas trotoar atau area pejalan kaki dengan kecepatan berjalan kaki 4 kilometer per jam, atau 20 kilometer per jam di jalur sepeda khusus.
Rencana pelarangan ini menuai kritik di media sosial, di mana banyak pengunjung berpendapat bahwa skuter mobilitas ganda sangat dibutuhkan oleh penyandang disabilitas. Seorang warganet di Facebook mengungkapkan bahwa ayahnya adalah seorang tunanetra dan skuter ganda merupakan satu-satunya sarana untuk mengajaknya berlibur setiap tahun ke Benidorm.
Pengguna media sosial lainnya menilai skuter tersebut tidak seharusnya dilarang karena sebagian penyandang disabilitas tidak mampu mengendarainya sendiri dan harus dikemudikan oleh orang lain. Wisatawan lain menambahkan bahwa alat transportasi tersebut sangat esensial untuk memfasilitasi mobilitas mereka di dalam kota.


