Belajar Berburu di South Dakota Lewat Retret Khusus Wanita

Perjalanan berburu burung pegar pertama di South Dakota memberikan pengalaman mendalam bagi penulis di sebuah retret khusus wanita. Melalui program Hunt Like a Girl, para peserta mempelajari keterampilan menembak, keselamatan senjata, serta hubungan yang lebih dekat dengan alam dan sumber makanan.

Mengenal Hunt Like a Girl

Pendiri Karen Butler mengembangkan program ini setelah awalnya mendirikan Shoot Like a Girl pada tahun 2008 untuk memperkenalkan olahraga menembak kepada kaum hawa. Hunt Like a Girl kemudian memperluas jangkauannya dengan membawa para wanita langsung ke alam liar untuk belajar berburu buruan kecil seperti burung pegar, kalkun, dan bebek secara aman dan bertanggung jawab. Retret tiga hari tersebut mengambil tempat di A1 Al’s Pheasant Ranch di luar Emery, sekitar 45 menit dari Sioux Falls. Kawasan pribadi seluas lebih dari 6.000 hektare ini menyediakan fasilitas berburu lengkap dengan anjing pelacak terlatih, kelas keselamatan senjata, hingga layanan pembersihan daging.

Program-program semacam ini hadir untuk menjawab peningkatan minat yang signifikan dari kaum perempuan terhadap olahraga menembak dan berburu. Berdasarkan survei federal pada 2022, wanita menyumbang sekitar 22 persen dari total 3,7 juta pemburu di Amerika Serikat dan menjadi demografi dengan pertumbuhan tercepat. Organisasi Girl & A Gun mencatat dalam survei tahunannya bahwa faktor sosial dalam mempelajari keterampilan membidik kini menjadi alasan utama bagi 35 persen wanita untuk bergabung.

Komunitas dan Konservasi Alam

Butler mulai menekuni olahraga menembak di tengah masa perceraiannya dan menemukan rasa persahabatan serta kepercayaan diri yang kuat dari komunitas tersebut. Ia memandang kegiatan berburu sebagai sarana pemenuhan nutrisi dan makanan ketimbang sekadar olahraga, di mana banyak peserta retret ingin merasakan keterhubungan langsung dengan sumber makanan mereka. Menu harian di penginapan tersebut diolah dari hasil buruan, seperti salad dingin dan pasta burung pegar, sementara Butler juga mengajarkan cara memotong daging dada burung dengan bersih.

Selain teknik berburu, para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai peran penting para pemburu dalam konservasi habitat di South Dakota. Dana Habitat Abad Kedua memberikan bayaran kepada pemilik lahan melalui kontrak sepuluh tahun untuk merawat sorghum, yang menjadi lingkungan serta sumber makanan utama burung pegar leher cincin. Tanaman sorghum juga berfungsi ganda sebagai penyerap karbon yang efektif tanpa memerlukan banyak pasokan air. Pendanaan untuk konservasi satwa liar di wilayah tersebut turut ditopang dari biaya lisensi berburu dan memancing serta pajak cukai federal atas peralatan menembak dan memancing.

Pengalaman di Lapangan dan Refleksi

Rangkaian kegiatan harian dimulai saat fajar menyingsing dengan sesi meditasi di hadapan barisan tanaman sorghum, dipimpin oleh kepala staf Shoot Like a Girl, Christa Forrester, bersama Butler. Para peserta diajarkan untuk meresapi setiap suara, aroma, serta embusan angin sebelum memulai perburuan dalam formasi barisan yang teratur. Berjalan dalam keheningan sambil mendengarkan gerakan anjing pelacak melatih kepekaan para peserta terhadap alam sekitar.

Penulis sempat mengalami kesulitan mengingat urutan gerakan menembak yang hanya berlangsung selama satu setengah detik, namun akhirnya berhasil melumpuhkan seekor burung pegar pertamanya. Air mata keharuan mengalir seketika, yang kemudian dijelaskan oleh Butler sebagai bentuk rasa hormat atau “reverensi” terhadap makhluk hidup. Setelah membekukan daging dada burung buruan tersebut dan membawanya pulang ke Oklahoma, penulis mengolahnya menjadi hidangan sup bersama nasi liar dan jamur sambil mengenang kembali ladang tempat burung tersebut bersembunyi.