Daftar Isi
Tren wisata wellness di Yogyakarta kini semakin diminati pelancong yang ingin berlibur sekaligus menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Potensi tradisi Jawa seperti jamu dan praktik kebugaran berbasis alam diangkat melalui penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026.
Jadwal dan Tema Festival
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, seperti dilaporkan Liputan6.com, festival tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 8 November 2026 di Loman Park Hotel Yogyakarta. Agenda ini menggabungkan praktik wellness, ekspresi budaya, kreativitas, dan gaya hidup berkelanjutan dalam satu rangkaian acara.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa Yogyakarta memiliki kekayaan budaya yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata kebugaran yang berdaya saing.
“Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan cultural wellness dan kehadiran Jogja Cultural Wellness Festival akan semakin memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness yang memiliki karakter dan daya saing,” ujar Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ketika peluncuran JCWF 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.
Mengusung tema “RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing”, acara ini memandang wellness bukan sekadar perawatan diri, melainkan sarana merajut hubungan dengan kebudayaan, lingkungan sekitar, dan sesama manusia. Inisiatif ini juga sejalan dengan data Global Wellness Institute yang mencatat pengeluaran global untuk sektor wisata kebugaran mencapai 893,9 miliar dolar AS pada 2024, sementara di kawasan Asia Pasifik terdapat 562,7 juta perjalanan wellness dengan pengeluaran mencapai 215 miliar dolar AS.
Lima Zona Pengalaman dan Pasar Lokal
Rangkaian kegiatan JCWF 2026 dibagi menjadi lima zona pengalaman, yaitu Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, serta Culinary Wellness. Melalui zona-zona tersebut, pengunjung bisa mengikuti kelas yoga, meditasi, lokakarya jamu tradisional Nusantara, terapi seni, hingga pengalaman kuliner sehat.
Selain itu, terdapat Wellness Artisan Market yang melibatkan 32 peserta dari lima kategori berbeda, seperti Healthy Food & Beverages, Local Products, Wellness & Self-Care, Creative Works, serta Sustainable Products. Festival ini juga menyiapkan forum Pentahelix, business matching lounge, 89 program terjadwal, 97 komunitas terkurasi, 65 praktisi wellness, serta 16 program gratis bagi pengunjung.
Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan
Aspek keberlanjutan menjadi fokus penting dalam penyelenggaraan acara melalui kerja sama dengan Pemerintah Kalurahan Guwosari, Bantul, untuk menerapkan Zero Waste Management yang mengelola sampah dari sumbernya. Panitia juga menghitung jejak karbon dari seluruh kegiatan yang nantinya dikompensasi lewat aksi penanaman pohon.
Pengunjung turut diajukan untuk membawa tumbler pribadi, memanfaatkan stasiun air minum, memakai transportasi umum, dan memilah sampah di lokasi acara. Upaya tersebut menegaskan bahwa wisata wellness tidak hanya berfokus pada kesehatan pribadi, tetapi juga kepedulian terhadap kelestarian alam.








