Maskapai penerbangan khusus kelas bisnis Beond Airlines mengumumkan kerja sama dengan maskapai kelas ekonomi Air Cairo untuk menghadirkan layanan penerbangan semua kelas bisnis di Mesir. Kedua maskapai telah menandatangani nota kesepahaman untuk konsep yang menargetkan wisatawan yang berkunjung ke Mesir tersebut.
Rencana Kerja Sama dan Rute
Pada musim panas 2027, Air Cairo akan mengoperasikan penerbangan dengan merek Beond menggunakan konfigurasi seluruhnya kursi kelas bisnis. Layanan ini dirancang untuk menghubungkan Mesir dengan kawasan Eropa serta wilayah Teluk.
Inisiatif ini ditujukan untuk pariwisata inbound ke Mesir agar para pelancong dapat tiba di pesisir, situs sejarah, dan kota-kota di Mesir dalam kondisi bugar dan santai. Rincian rute dan jadwal penerbangan akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang, sementara pemesanan tiket dijadwalkan dibuka pada paruh pertama tahun 2027.
Air Cairo selama ini mengoperasikan armada pesawat secara eksklusif dengan konfigurasi kelas ekonomi saja. CEO Beond Airlines, Tero Taskila, menyatakan bahwa Mesir memiliki tempat-tempat luar biasa di dunia dan banyak pelancong ingin mencapainya dengan kenyamanan.
“Air Cairo tahu pasar ini lebih baik daripada siapa pun. Bersama-sama kita dapat memulai liburan dari rumah, bukan di hotel. Kabin kami memberi kami lingkungan yang mewah. Orang-orang kami memberi kami pengalamannya. Keduanya harus cocok dengan tempat yang kita tuju,” ujar Tero Taskila seperti dilaporkan oleh One Mile at a Time.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir, Sherif Fathy, mengatakan bahwa dorongan terhadap kemitraan ini merupakan bagian integral dari strategi kementerian untuk mempromosikan keragaman pariwisata Mesir.
“Mendorong kemitraan ini adalah bagian integral dari strategi Kementerian untuk mempromosikan keragaman pariwisata Mesir yang tak tertandingi dan memperluas rangkaian produk dan pengalaman pariwisata yang khas,” kata Sherif Fathy.
Perkembangan dan Rekam Jejak Beond Airlines
Beond Airlines awalnya dibentuk sebagai maskapai penerbangan untuk mengangkut penumpang dari dan ke Maladewa. Ketika meluncurkan operasionalnya pada tahun 2023, manajemen sempat mengklaim bahwa maskapai tersebut akan memiliki 32 pesawat dan melayani 60 destinasi dalam waktu lima tahun hingga 2028. Saat ini, maskapai tersebut tercatat masih mengoperasikan dua pesawat tanpa adanya pesanan pasti tambahan.
Dalam perjalanannya, Beond kerap membuat berbagai pengumuman ekspansi yang dinilai minim substansi. Pada April 2025, perusahaan mengumumkan rencana penambahan 18 destinasi baru sepanjang tahun 2025 hingga 2026, yang sebagian besar tidak terwujud sesuai rencana.
Maskapai ini juga tercatat beberapa kali menangguhkan operasional komersial secara keseluruhan dan sempat menunda pembayaran gaji staf beberapa bulan lalu. Pada November 2025, Beond mengumumkan rencana ekspansi global termasuk mendirikan anak perusahaan di Amerika Serikat lewat kerja sama dengan New Pacific Airlines, sebelum maskapai partner tersebut dilikuidasi beberapa pekan kemudian.
Kini, Beond memfokuskan perhatiannya ke Laut Merah dengan sebagian besar rutenya melayani kawasan Laut Merah dan Maladewa. Pengamat industri menilai langkah-langkah ini memunculkan dugaan sebagai upaya mengejar subsidi pemerintah atau sekadar strategi penggalangan dana dari para investor.
Rincian lebih lanjut mengenai jadwal operasional dan rute spesifik penerbangan kelas bisnis di Mesir tersebut akan diumumkan oleh kedua maskapai dalam beberapa bulan ke depan.







