Akomodasi & Hotel

Sekuriti Resor Malaysia Divonis Penjara Usai Lecehkan Turis

Sekuriti Resor Malaysia Divonis Penjara Usai Lecehkan Turis
Daftar Isi
  1. Vonis Hukuman Penjara bagi Pelaku
  2. Kronologi Insiden di Resor Sabah
  3. Respons Pemerintah Setempat

Kasus pelecehan yang dialami oleh seorang wisatawan asal China berinisial Huang saat berlibur di Malaysia akhirnya menemui titik terang. Pelaku yang merupakan seorang petugas keamanan resor tersebut telah dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan setempat.

Vonis Hukuman Penjara bagi Pelaku

Hakim Semporna, Don Stiwin Malanjum, menjatuhkan vonis terhadap pelaku yang bernama Amir Kahal pada 7 Oktober. Pria berusia 18 tahun itu divonis hukuman dua tahun penjara atas tindak penerobosan yang dilakukannya.

Seperti dilaporkan The Star, Amir diketahui merupakan seorang imigran ilegal. Setelah merampungkan masa hukumannya di penjara, ia akan langsung diserahkan kepada pihak Departemen Imigrasi.

Kronologi Insiden di Resor Sabah

Peristiwa bermula ketika Huang melakukan liburan dan menginap di sebuah resor mewah yang terletak di Sabah, Malaysia, pada 19 September 2026. Ketika malam hari, tersangka menerobos masuk ke dalam kamar tempat korban menginap dan diduga melakukan pelecehan saat korban sedang tidur.

Menghadapi situasi tersebut, turis berusia 25 tahun itu berusaha melawan serta menyelamatkan diri. Huang berhasil kabur dan bersembunyi di area semak-semak sekitar resor pada pukul 03.00 pagi waktu setempat, hingga akhirnya berhasil diselamatkan setelah bersembunyi selama 4,5 jam.

Aparat kepolisian berhasil membekuk Amir di area resor pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 malam. Pihak manajemen resor kemudian menyampaikan kepada korban bahwa tidak ada kamera pengawas atau CCTV yang menjangkau area di luar kamarnya, sehingga pergerakan pelaku tidak terekam kamera.

Respons Pemerintah Setempat

Menteri Pariwisata, Kebudayaan, dan Lingkungan Hidup Sabah, Datuk Jafry Ariffin, memberikan tanggapan tegas dengan memerintahkan audit serta pemeriksaan menyeluruh terhadap resor tempat terjadinya insiden tersebut. Melalui pernyataan yang dirilis pada 21 September, ia meminta otoritas pariwisata untuk memeriksa status izin penginapan, standar prosedur operasional keselamatan, serta sistem keamanan di lokasi kejadian.

Jafry meminta agar proses pemeriksaan ini dikoordinasikan dengan lembaga penegak hukum apabila ditemukan pelanggaran yang memerlukan tindakan lanjutan. Ia menekankan bahwa faktor keselamatan setiap wisatawan yang berkunjung ke Sabah merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Pihaknya mengingatkan seluruh pengelola pariwisata dan penyedia akomodasi agar bertanggung jawab penuh dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi para tamu. Jafry juga menegaskan bahwa pemerintah Sabah tidak akan berkompromi terhadap aspek keselamatan pengunjung, terutama menjelang pelaksanaan program promosi pariwisata Visit Sabah 2027, seperti dilansir dari Channel News Asia.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *