Daftar Isi
Menghabiskan malam di bawah konstelasi bintang tanpa sinyal seluler menjadi salah satu pengalaman berharga dalam perjalanan sembilan hari di Gurun Sahara, Aljazair. Condé Nast Traveler melaporkan bahwa lawatan tersebut diselenggarakan oleh Explore Worldwide, sebuah agen perjalanan asal Inggris yang mulai merambah Aljazair menyusul dorongan pariwisata secara hati-hati oleh pemerintah setempat.
Upaya Diversifikasi Ekonomi dan Keringanan Visa
Selama ini, perekonomian Aljazair sangat bergantung pada sektor minyak dan gas, sehingga pengembangan pariwisata sempat diabaikan. Akibatnya, jumlah kunjungan wisatawan jauh tertinggal dibandingkan negara Afrika Utara lainnya seperti Maroko atau Mesir. Namun, dorongan untuk mendiversifikasikan ekonomi kini memunculkan rencana ambisius untuk melipatgandakan jumlah kunjungan wisatawan hingga empat kali lipat pada tahun 2030, dengan fokus utama pada wisata gurun.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, pemerintah memperkenalkan kebijakan visa on arrival bagi pelancong yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka di Sahara. Kebijakan ini telah dimanfaatkan oleh hampir 39.000 pengunjung sejak tahun 2023. Perjalanan dimulai dengan tur di ibu kota Aljir—termasuk mengunjungi Kebun Raya Hamma, mencicipi rechta di Restoran El Walima, menyusuri kawasan Casbah yang masuk daftar UNESCO, serta mendatangi Museum Nasional Mujahid—sebelum akhirnya terbang ke wilayah tenggara gurun.
Eksplorasi Dataran Tinggi Tassili n’Ajjer
Penerbangan malam selama dua jam membawa rombongan ke Djanet, sebuah kota oase di dekat perbatasan Libya dan Niger yang menjadi gerbang pariwisata gurun. Setibanya di sana, paspor para wisatawan dikumpulkan dan dicocokkan dengan daftar nama yang terhubung dengan pemandu lokal bernama Aissa Khirani. Menurut Khirani, para pemandu wajib menyerahkan rencana perjalanan, identitas tamu serta staf, hingga nomor registrasi kendaraan kepada pihak militer demi menjaga keamanan tingkat tinggi.
Selama lima hari berkendara di sekitar dataran tinggi Tassili n’Ajjer, pemandangan berubah-ubah mulai dari dataran berbatu menyerupai planet Mars, ngarai berpasir dengan formasi batuan besar, hingga lautan bukit pasir yang luas. Di wilayah tersebut, terdapat setidaknya 15.000 contoh seni cadas berusia hingga 10.000 tahun yang menggambarkan aktivitas berburu, menari, serta hewan-hewan seperti jerapah dan sapi.
Pengalaman Hidup di Gurun
Dua malam pertama dihabiskan di lokasi mirip glamping dengan tenda berdiri dan kasur tebal, sementara tiga malam berikutnya diisi dengan berkemah di antara bukit pasir dan dinding batu besar. Setiap harinya diisi dengan menyantap sarapan roti baguette, telur rebus, dan keju, menjelajahi kawasan dengan berjalan kaki atau berkendara, serta beristirahat siang di atas kasur kemah.
Koki rombongan, Khaled Hamaoui, menyiapkan makan malam berupa sup berbasis biji-bijian, couscous, atau rebusan sayur, sementara Moussa Hemaya menyeduh teh mint Maghrebi di atas bara api. Khirani berharap pariwisata di wilayah ini berkembang dengan cerdas tanpa mengubah Aljazair menjadi seperti negara tetangga yang terlalu padat turis, karena Sahara baginya adalah sumber ketenangan pikiran.
Panduan Perjalanan ke Aljazair
Explore Worldwide menawarkan paket tur sembilan hari “Algeria’s Sahara Desert Adventure” yang dimulai dan diakhiri di Aljir dengan harga mulai dari $2.410 di luar penerbangan internasional. Bagi wisatawan yang ingin menginap di ibu kota, Hotel El Aurassi dianggap sebagai salah satu penginapan terbaik meski belum sepenuhnya memenuhi standar bintang lima.
Operator tur menyediakan surat otorisasi yang diperlukan untuk pengajuan visa on arrival, atau wisatawan dapat mengurusnya melalui kedutaan besar Aljazair terdekat. Pengunjung disarankan membawa uang tunai dalam bentuk dolar AS untuk ditukar setibanya di bandara karena ATM tidak dapat diandalkan dan kartu kredit jarang diterima, serta dilarang membawa keluar mata uang dinar, teropong, maupun pesawat nirawak (drone) ke dalam negeri.








