Travel News

Hiu Bukangi Akhirnya Kembali ke Laut Lepas dari Busan

Hiu Bukangi Akhirnya Kembali ke Laut Lepas dari Busan

Petugas kelautan Korea Selatan resmi menghentikan pemantauan harian terhadap hiu bernama Bukangi di area Pelabuhan Busan. Langkah ini diambil usai predator laut sepanjang sekitar tiga meter tersebut tidak lagi terlihat selama empat hari berturut-turut.

Bukangi sebelumnya sempat terjebak di kanal buatan North Port Waterfront Park, Busan, selama lebih dari satu bulan. Mengutip laporan The Korea Times melalui Travel Detikcom, Institut Nasional Ilmu Perikanan Korea Selatan kini menyiagakan tim khusus guna menindaklanjuti setiap laporan penampakan dari masyarakat.

Upaya Mengarahkan Hiu ke Perairan Terbuka

Keputusan penghentian pemantauan harian dilakukan lantaran Bukangi mulai berenang lebih jauh dan menyelam lebih lama di bawah air. Kondisi tersebut menyulitkan petugas untuk melacak keberadaannya secara langsung. Sebelum pengawasan rutin dihentikan, tim kelautan tercatat sudah tiga kali berupaya mengarahkan hiu tersebut agar keluar dari kanal menuju laut lepas.

Usaha terakhir yang dilancarkan pada 21 Oktober akhirnya membuahkan hasil ketika Bukangi berhasil melewati penghalang dan berenang di sekitar pintu masuk kanal. Petugas kemudian memilih untuk membiarkan hiu tersebut keluar secara mandiri.

Meski sempat tidak terlihat pada 23 Oktober, Bukangi kembali terdeteksi keesokan harinya di dekat Terminal Penumpang Internasional Pelabuhan Busan, sekitar dua kilometer dari lokasi awal. Hiu tersebut terpantau berenang normal tanpa menunjukkan tanda gangguan kesehatan hingga hari Senin.

Dugaan Penjelajahan Perairan Dalam

Tim pemantau tidak lagi mendapati keberadaan Bukangi sejak hari Selasa. Upaya pencarian yang diperluas hingga area Pier 5 pun belum membuahkan hasil, sementara laporan masyarakat mengenai penampakan hiu tersebut terhenti sejak Rabu.

Para ahli menduga Bukangi telah mulai menjelajahi wilayah perairan yang lebih dalam dan luas. “Seiring dengan meluasnya wilayah pergerakan Bukangi, kemungkinan untuk melihatnya di perairan sekitar pelabuhan menjadi sangat kecil,” kata seorang pejabat dari institut perikanan tersebut.

Faktor perubahan suhu air turut diperkirakan memengaruhi alur pergerakan hiu jenis dusky shark ini, yang umumnya hidup pada rentang suhu 18 hingga 26 derajat Celsius. Catatan petugas menunjukkan suhu air di lokasi penampakan terakhir tercatat 19,4 derajat Celsius pada Kamis pukul 12.30 waktu setempat.

Pihak berwenang belum dapat memastikan sepenuhnya apakah Bukangi telah meninggalkan area pelabuhan. “Kami perlu menunggu sekitar satu minggu sejak terakhir kali hiu tersebut terlihat sebelum dapat menyimpulkan bahwa ia telah berpindah ke perairan terbuka,” ujar pejabat tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *