Daftar Isi
Jepang berhasil menggeser Yunani sebagai destinasi liburan mewah internasional yang paling banyak diminati oleh wisatawan asal Inggris dan Irlandia untuk tahun 2027. Temuan tersebut diungkapkan dalam laporan Virtuoso Luxe Report untuk wilayah Inggris Raya dan Irlandia yang dipublikasikan pada 29 Oktober 2026. Posisi lima besar destinasi utama dilengkapi oleh Italia, Yunani, Thailand, dan Prancis, yang menegaskan pergeseran minat pelancong kelas atas ke kawasan Asia di samping destinasi favorit tradisional Eropa.
Lonjakan Anggaran dan Prioritas Pengalaman Eksklusif
Survei tahunan Virtuoso yang menghimpun pandangan lebih dari 3.100 konsultan perjalanan di seluruh dunia menunjukkan keyakinan finansial yang kuat pada sektor pariwisata mewah. Sebanyak 56 persen penasihat perjalanan di Inggris dan Irlandia memproyeksikan sedikit peningkatan permintaan perjalanan liburan, sementara 23 persen lainnya mengantisipasi lonjakan yang signifikan. Selain itu, 76 persen responden memperkirakan pengeluaran per perjalanan akan meningkat, dan hanya 19 persen yang menduga pengeluaran wisatawan akan tetap sama.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa para pelancong berkantong tebal semakin menitikberatkan nilai liburan pada akomodasi premium, privasi, serta akses ke agenda perjalanan yang dipersonalisasi. Secara global, susunan destinasi unggulan menempatkan Jepang di urutan pertama, disusul oleh Italia, Prancis, Yunani, dan Spanyol.
Dominasi Destinasi Asia dan Peringkat Kota Populer
Kenaikan Jepang ke posisi puncak di pasar Inggris dan Irlandia didukung oleh keberhasilannya menarik beragam segmen wisatawan. Negeri Sakura ini menempati peringkat pertama untuk perjalanan solo, serta urutan keenam untuk kategori liburan keluarga dan bulan madu. Pada kategori kota mewah paling diminati, Tokyo memimpin di peringkat pertama, sementara Kyoto berada di posisi ketiga berkat perpaduan fasilitas modern, penginapan tradisional ryokan, dan keaslian budaya lokal.
Thailand juga mencatat pencapaian penting dengan menembus lima besar untuk pertama kalinya pada posisi keempat. Keberhasilan ini didorong oleh ketersediaan resor tropis mewah, wisata kesehatan, serta sajian kuliner kelas atas di kawasan seperti Bangkok, Phuket, Koh Samui, dan Chiang Mai yang menawarkan nilai sepadan bagi anggaran pelancong.
Ketahanan Pasar Mediterania dan Destinasi Eropa
Italia mempertahankan posisinya di peringkat kedua secara keseluruhan sekaligus menempati urutan kedua untuk tujuan bulan madu. Daya tarik utamanya ditopang oleh keindahan arsitektur, wisata kuliner, dan opsi persewaan vila privat di Roma, Florence, Venesia, hingga Pesisir Amalfi. Sementara itu, Yunani bergeser ke posisi ketiga setelah sebelumnya memimpin peringkat, dengan pulau-pulau seperti Santorini, Mykonos, dan Kreta yang tetap konsisten memikat pengunjung.
Prancis menempati posisi kelima destinasi internasional, dengan Paris yang melonjak dari posisi keenam ke urutan kedua dalam peringkat kota mewah paling populer. Dalam pemeringkatan kota secara keseluruhan, Tokyo berada di posisi puncak, diikuti oleh Paris, Kyoto, London yang naik ke urutan keempat, dan Cape Town di peringkat kelima. Lisbon juga mencatatkan langkah baru dengan menembus sepuluh besar di posisi kesembilan.
Kenaikan Tren Ultra-Mewah dan Petualangan Keluarga
Laporan ini turut menyoroti lonjakan pada segmen wisata ultra-mewah, di mana 54 persen penasihat perjalanan melaporkan pertumbuhan permintaan—naik 17 poin persentase dari survei sebelumnya. Privasi menjadi faktor yang paling dicari oleh konsumen, disusul oleh penyewaan fasilitas resor atau properti secara menyeluruh, perjalanan perayaan khusus, dan paket pelayaran inklusif. Liburan keluarga multi-generasi juga naik menjadi tren perjalanan paling utama, berpadu dengan ekspedisi kapal pesiar yang oleh Virtuoso diistilahkan sebagai Gen-XYZ-peditions.
Untuk kategori destinasi berkembang, Antartika memimpin pada kelompok rute kapal pesiar dan wisata petualangan, disusul oleh Montenegro, Kenya, Maroko, dan Bhutan. Pada segmen bulan madu, Maladewa mempertahankan gelar juara selama empat tahun berturut-turut di atas Italia, Yunani, Bali, dan Mauritius. Sementara itu, tren pelancong solo kini didominasi oleh motif kebugaran dan kesehatan, dengan wisata solo khusus perempuan mulai diminati dan dilaporkan oleh 31 persen konsultan perjalanan.
Perayaan momen penting kembali menjadi alasan utama perjalanan bagi wisatawan Inggris dan Irlandia, diikuti oleh kebutuhan menjaga kesehatan dan kebugaran. Tren ini mendorong para penyedia akomodasi kelas atas, operator perjalanan, dan pengelola kawasan wisata untuk merancang produk liburan yang lebih fleksibel, bernilai tinggi, dan mengedepankan pengalaman eksklusif.








