Daftar Isi
Negara-negara di kawasan Teluk, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan Oman, mempererat kerja sama untuk memperkuat sektor pariwisata musim dingin secara terpadu. Kolaborasi skala besar ini mencakup penyelenggaraan berbagai acara internasional, peningkatan infrastruktur transportasi, hingga rencana penerapan skema visa tunggal kawasan.
Visa Terpadu dan Rute Perjalanan Antarnegara
Langkah utama dalam integrasi pariwisata kawasan ini adalah peluncuran skema Visa Turis Terpadu GCC yang dikenal sebagai “Schengen Teluk”. Kebijakan ini memungkinkan wisatawan mancanegara melintasi perbatasan beberapa negara anggota GCC hanya dengan mengantongi satu izin masuk yang terintegrasi.
Melalui sistem visa baru ini, kendala birokrasi perjalanan antarnegara dapat diminimalkan. Wisatawan dapat merencanakan itinerary lintas negara secara efisien, seperti mendarat di Abu Dhabi, menghadiri pameran bisnis di Manama, menjelajahi situs bersejarah Diriyah di Arab Saudi, hingga menjelajahi pegunungan di Oman dalam satu periode liburan.
Pengembangan Infrastruktur Transportasi di UEA
Sebagai salah satu penggerak utama pariwisata kawasan, UEA melakukan modernisasi infrastruktur transportasi guna menyambut lonjakan pengunjung musim dingin. Etihad Rail akan meresmikan dua stasiun penumpang baru di wilayah Al Dhafra, Abu Dhabi, yakni Madinat Zayed dan Liwa mulai 30 November. Kehadiran stasiun ini mempermudah akses wisatawan menuju area gurun barat serta berbagai festival budaya lokal.
Di Dubai, Roads and Transport Authority (RTA) memberlakukan penyesuaian batas kecepatan di lima ruas jalan utama mulai 1 November untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama puncak musim liburan:
- Jalan Al Asayel (antara Oud Metha St dan Al Meydan St): batas kecepatan dinaikkan dari 60 km/jam menjadi 80 km/jam.
- Jalan Al Mustaqbal (antara Sheikh Rashid St dan Al Meydan St): batas kecepatan disesuaikan dari 60 km/jam menjadi 70 km/jam.
- Jalan Latifa Bint Hamdan (antara Sheikh Zayed Rd dan Al Khail Rd): batas kecepatan ditingkatkan dari 60 km/jam menjadi 70 km/jam.
- Jalan Al Rebat (antara Marrakech St dan Sheikh Mohammed bin Zayed Rd): batas kecepatan diturunkan dari 100 km/jam menjadi 90 km/jam untuk keselamatan di sekitar koridor penerbangan internasional.
- Jalan Sheikh Sabah Al Ahmad Al Jaber Al Sabah (antara 2nd December St dan Khalid bin Al Waleed St): batas kecepatan disesuaikan dari 80 km/jam menjadi 70 km/jam di kawasan perkotaan bersejarah.
Atraksi Luar Ruang dan Agenda Bisnis UEA
UEA kembali membuka sejumlah destinasi wisata luar ruang seperti Global Village dan Dubai Miracle Garden. Pemerintah Kota Dubai juga memperluas area perkemahan di kawasan Al Ruwayyah sebesar 120 persen menjadi 600 titik kamping terdaftar dari 1 November hingga 30 April, termasuk 50 slot khusus untuk campervan. Selain itu, kawasan Hatta, Mleiha, dan Jebel Jais dipromosikan melalui kampanye ekowisata “World’s Coolest Winter”.
Kawasan ini juga menjadi tuan rumah berbagai agenda bisnis dan budaya berskala besar. Konferensi energi ADIPEC di Abu Dhabi diperkirakan dihadiri lebih dari 180.000 delegasi internasional. Agenda lainnya mencakup Sharjah International Book Fair (SIBF) edisi ke-45 pada 4 hingga 15 November, ajang olah raga Dubai Fitness Challenge (30×30), serta pameran seni Dubai Design Week dan Abu Dhabi Art.
Strategi Pariwisata Bahrain, Arab Saudi, Qatar, dan Oman
Kerabatan kawasan ini diperkuat oleh strategi masing-masing negara anggota GCC. Bahrain mengandalkan wisata konvensi dan kemewahan pesisir melalui Exhibition World Bahrain (EWB) di Sakhir serta sirkuit balap Bahrain International Circuit (BIC). Dari sisi sejarah, Bahrain mempromosikan Jalur Mutiara (Pearling Path) di Muharraq yang diakui UNESCO, situs Peradaban Dilmun, serta proyek kawasan pesisir Marassi Al Bahrain dan ekowisata Kepulauan Hawar.
Arab Saudi menargetkan 150 juta kunjungan tahunan melalui kerangka kerja Vision 2030 dengan mengembangkan proyek ramah lingkungan seperti The Red Sea Project dan Amaala. Arab Saudi juga memadukan destinasi bersejarah Diriyah dan AlUla dengan festival hiburan Riyadh Season, serta didukung ekspansi maskapai Riyadh Air dan kemudahan e-Visa bagi lebih dari 60 negara.
Qatar mengoptimalkan infrastruktur pascapenyelenggaraan Piala Dunia melalui skema Discover Qatar Stopover bersama Qatar Airways dan pengoperasian Terminal Kapal Pesiar Utama di Doha. Negara ini menyajikan pusat kebudayaan Katara Cultural Village, Museum Seni Islam, Museum Nasional Qatar, serta kawasan modern Lusail City dan The Pearl.
Sementara itu, Oman memfokuskan daya tarik pariwisatanya pada keindahan alam dan warisan sejarah. Destinasi pegunungan Jebel Akhdar dan Jebel Shams, kawasan lembah alami seperti Wadi Shab, gurun Wahiba Sands, serta pemandangan teluk di Musandam menjadi andalan utama. Oman juga melestarikan berbagai benteng bersejarah seperti Benteng Nizwa, Benteng Jabreen, dan Benteng Bahla, serta sistem irigasi tradisional Falaj.
Integrasi strategi pariwisata dan infrastruktur antarnegara Teluk ini memperkuat posisi kawasan GCC sebagai salah satu pusat destinasi wisata musim dingin utama di tingkat global.







