Event & Budaya

Magnet Event GBK, Perlukah Jakarta Tambah Venue Baru?

Magnet Event GBK, Perlukah Jakarta Tambah Venue Baru?

Kawasan Gelora Bung Karno (GBK) kembali membuktikan diri sebagai magnet utama berbagai pergelaran berskala global di Jakarta, mulai dari konser musik Kanye West hingga ajang lari Jakarta Running Festival. Keberhasilan penyelenggaraan deretan acara besar tersebut memicu wacana mengenai perlunya Jakarta membangun kompleks baru yang setara untuk menampung event internasional.

Dampak Ekonomi dan Urgensi Fasilitas Baru

Pakar pariwisata Prof. Azril Azahari menilai Jakarta sudah selayaknya mempunyai kawasan pendukung yang selevel dengan GBK. Keberadaan kompleks semacam itu sangat bermanfaat dalam menunjang industri acara khusus berskala internasional yang dapat menarik kedatangan pengunjung dari berbagai negara.

“Jakarta sudah selayaknya punya kompleks atau kawasan yang serupa seperti GBK karena sangat bermanfaat untuk usaha special event berskala internasional dengan peserta dan pengunjung dari mancanegara,” kata Azril kepada detikTravel.

Azril menambahkan bahwa dampak positif pergelaran internasional tidak terbatas pada peningkatan jumlah wisatawan semata. Berbagai pihak mulai dari pelaku UMKM, vendor pelaksana, hingga penyedia jasa penginapan turut merasakan perputaran ekonomi dari kegiatan tersebut. Laporan resmi Pemprov DKI Jakarta mencatat agenda Jakarta Running Festival dan konser Kanye West pada 24 dan 25 Oktober lalu berhasil menyumbangkan pendapatan ekonomi bagi Jakarta sekitar Rp 625 miliar.

Optimalisasi Aset Venue yang Ada

Pandangan berbeda disampaikan oleh Dosen Universitas Indonesia, Danial Kesa. Menurutnya, menghadirkan kompleks baru bukan satu-satunya solusi. Pengadaan fasilitas harus mempertimbangkan proyeksi kebutuhan, kapasitas venue, serta karakteristik dari acara yang bakal digelar.

“Jakarta sudah memiliki beberapa fasilitas dengan fungsi berbeda, seperti GBK, JIS, Jakarta International Expo, dan Jakarta Convention Center. Tantangannya bagaimana mengoptimalkan aset tersebut dengan meningkatkan kualitas pengelolaan dan menyelaraskan kalender acara,” kata Danial kepada detikTravel.

Danial menjelaskan bahwa tempat seperti JIS dapat menjadi alternatif untuk kegiatan berkapasitas besar. Meski demikian, menarik minat wisatawan mancanegara tidak sekadar mengandalkan deretan acara, melainkan juga membutuhkan kemudahan aksesibilitas, fasilitas penunjang, serta pengalaman pengunjung yang berkesan. Ia menegaskan Jakarta dapat mengembangkan kekuatannya sendiri tanpa harus meniru model kota lain, yakni dengan memadukan ajang internasional, kebudayaan lokal, ragam kuliner, wisata perkotaan, dan ekonomi kreatif.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *