Destinasi Wisata

Longsor di Cappadocia Turki Tewaskan Tiga Orang

Longsor di Cappadocia Turki Tewaskan Tiga Orang

Kawasan wisata populer Cappadocia di Turki dilanda musibah tanah longsor yang menimpa formasi batuan ikonik dan menyebabkan korban jiwa. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/10/2026) sore dan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Kronologi dan Evakuasi Korban Longsor

Insiden runtuhnya formasi batuan yang dikenal sebagai Fairy Chimney itu berlangsung pada pukul 15.15 waktu setempat di dekat Museum Terbuka Göreme. Berdasarkan keterangan Gubernur Nevşehir Hüseyin Kök, longsor yang dipicu oleh curah hujan deras menyebabkan sebagian menara batu ambruk dan menimpa orang-orang di sekitarnya yang berada dekat area parkir.

Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan kepada AFP bahwa mereka sempat mendengar suara dentuman keras sebelum kepulan debu tebal membubung dari runtuhnya batuan tersebut. Aparat kepolisian, tim penyelamat, serta tenaga medis langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban dan mencari kemungkinan korban lain yang tertimbun.

Menteri Kehakiman Turki Akin Gürlek menjelaskan bahwa musibah ini merenggut tiga nyawa, yang terdiri atas dua warga negara Turki dan seorang warga negara asing. Selain itu, lima orang lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Operasi penyelamatan berlangsung hingga malam hari dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator untuk mengangkat pecahan batu yang menutupi area kejadian di bawah penerangan lampu besar. Gubernur Kök menyatakan bahwa seluruh rangkaian operasi dan pemeriksaan telah selesai dilakukan dan tim penyelamat telah ditarik dari lokasi.

Karakteristik Geologi Cappadocia

Formasi batuan yang mengalami keruntuhan merupakan struktur unik berbentuk menara atau kerucut batu menjulang yang menjadi ciri khas lanskap Cappadocia. Struktur ini terbentuk lewat proses geologi jutaan tahun akibat aktivitas vulkanik purba yang menghasilkan lapisan abu dan material vulkanik mengeras menjadi batuan lunak seperti tuf.

Faktor cuaca seperti angin, hujan, dan perubahan suhu kemudian mengikis bagian batuan yang rapuh seiring waktu, sementara lapisan keras di bagian atas mempertahankan bentuk menara batu tersebut. Selain cerobong peri, kawasan Cappadocia terkenal secara global berkat kota-kota bawah tanah, gereja kuno pahatan batu, serta permukiman bersejarah.

Kantor kejaksaan setempat telah memulai penyelidikan untuk mendalami faktor pemicu insiden longsor tersebut. Pemerintah daerah juga menutup area sekitar lokasi kejadian untuk umum guna kepentingan pengamanan dan investigasi lanjutan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *