Travel News

Visit Iceland Kirim Perajut Asli untuk Gantikan Anda Rapat

Visit Iceland Kirim Perajut Asli untuk Gantikan Anda Rapat
Daftar Isi
  1. Cara Kerja Layanan Knittaker
  2. Sejarah Kampanye Unik Islandia
  3. Tradisi Merajut dan Penolakan terhadap AI

Badan pariwisata Visit Iceland meluncurkan kampanye baru yang memungkinkan pekerja kantoran melewatkan rapat membosankan dengan mengirimkan seorang perajut sungguhan sebagai pengganti mereka. Layanan unik ini diciptakan sebagai respons atas survei yang menunjukkan bahwa warga di Amerika Serikat dan Inggris merasa membuang waktu sekitar delapan jam setiap bulan untuk menghadiri rapat yang dianggap tidak penting.

Cara Kerja Layanan Knittaker

Konsep layanan ini terbilang sederhana, di mana penyelenggara rapat dapat memilih seorang perajut atau disebut “knittaker” untuk hadir dalam pertemuan daring menggantikan kehadiran mereka. Berbeda dengan pencatat otomatis berbasis kecerdasan buatan, perajut manusia ini akan mengamati jalannya rapat, memperhatikan jeda pembicaraan, reaksi, ide, hingga perdebatan yang terjadi. Setelah itu, mereka akan merangkum rapat tersebut ke dalam satu kata kunci tunggal dan merajutnya menggunakan wol asli Islandia.

Kata kunci yang dirajut bisa berupa berbagai istilah seperti “PIVOT”, “ALIGN”, “RESET”, “UNMUTE”, “BLA BLA”, hingga “WTF?”. Layanan ini dapat dipesan secara gratis dan berlangsung dari 29 Oktober hingga 20 November 2026. Peserta dapat memilih perajut yang tersedia, mulai dari seorang warga Kópavogur berusia 30 tahun hingga penduduk Seyðisfjörður berusia 68 tahun yang belajar merajut dari neneknya sejak usia 11 tahun. Perajut utama dalam program ini adalah Salka Sól Eyfeld, seorang penyanyi dan aktor yang membintangi drama kriminal Islandia berjudul “Trapped” serta ikut menulis buku merajut.

Sejarah Kampanye Unik Islandia

Kampanye kreatif ini bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Visit Iceland untuk menarik perhatian publik global. Pada tahun 2015, negara tersebut memperkenalkan Ask Guðmundur, yang digadang-gadang sebagai mesin pencari manusia pertama di dunia yang terdiri dari tujuh warga Islandia bernama Guðmundur atau Guðmunda untuk menjawab pertanyaan wisatawan. Pada Juli 2020, Islandia mengajak masyarakat untuk berteriak meluapkan kekesalan ke alam terbuka, di mana rekaman teriakan tersebut diputar melalui pengeras suara kuning di tujuh lokasi berbeda termasuk air terjun Skógafoss.

Musim panas berikutnya, Islandia menawarkan penukaran celana training masa karantina dengan sepatu hiking di jalanan Reykjavík bagi mereka yang bisa menunjukkan bukti tiket pesawat. Pada Oktober 2021, menyusul peluncuran metaverse oleh Mark Zuckerberg, Islandia merilis video parodi “Icelandverse” yang dibintangi oleh pemeran pengganti mirip Zuckerberg bernama Zack Mossbergsson untuk mempromosikan realitas aktual tanpa headset. Tahun 2022, kampanye “OutHorse Your Email” menampilkan tiga kuda Islandia yang menghasilkan balasan otomatis surel dengan berjalan di atas papan ketik raksasa, yang sukses mendatangkan liputan senilai 6,8 juta dolar Amerika Serikat dan mendongkrak minat wisatawan Amerika sebesar 16,8 persen.

Tradisi Merajut dan Penolakan terhadap AI

Tradisi merajut dipilih karena memiliki akar sejarah yang kuat di Islandia, di mana kerajinan wol menjadi kegiatan utama di dalam ruangan sejak abad kesembilan hingga industri perikanan berkembang pada awal tahun 1900-an. Gaya sweater klasik khas Islandia yang dikenal sebagai lopapeysa dengan pola garis berwarna melingkar di sekitar leher dan bahu mulai populer pada pertengahan abad tersebut. Pemerintah Islandia bahkan mengesahkan undang-undang pada Maret 2020 yang melindungi nama lopapeysa, yang menyatakan bahwa sweater hanya boleh dijual dengan nama tersebut jika rajutan tangan di Islandia menggunakan wol murni dari domba setempat, bukan buatan mesin.

Di balik unsur humor yang diusung, kampanye ini juga menyuarakan keengganan para pekerja kantoran terhadap dominasi kecerdasan buatan yang kian merambah berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan data, separuh warga Amerika kini merasa lebih cemas daripada antusias terhadap penggunaan kecerdasan buatan dalam keseharian. Di lingkungan kerja, penyebutan kecerdasan buatan dalam ulasan pemberi kerja di Glassdoor melonjak hingga 240 persen antara Mei 2025 dan Mei 2026, dengan sebagian besar ulasan menilai hal tersebut sebagai sisi negatif.

Industri pariwisata Islandia sendiri dikenal kerap menjadikan teknologi kecerdasan buatan sebagai bahan candaan, selaras dengan reputasi negara tersebut yang mengedepankan perjalanan lambat, alam, serta tradisi otentik. Pada November 2025, maskapai Icelandair bahkan meluncurkan kampanye komedi yang berkelakar bahwa negara Islandia itu sendiri sebenarnya diciptakan oleh kecerdasan buatan.

Layanan pemesanan perajut pengganti rapat ini dapat diakses langsung melalui situs resmi pariwisata Islandia selama periode kampanye berlangsung hingga akhir November 2026.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *