Hyatt Naikkan Proyeksi Pendapatan Berkat Wisatawan Mewah
Jaringan hotel Hyatt menaikkan proyeksi kinerja keuangan tahunannya setelah mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kuartal ketiga. Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya permintaan dari segmen wisatawan kelas atas yang memperkuat pasar liburan mewah.
Pertumbuhan Didorong Wisatawan Premium
Pada kuartal ketiga, pendapatan per kamar yang tersedia atau RevPAR Hyatt di Amerika Serikat mengalami kenaikan sebesar 8,2 persen. Lonjakan ini mencakup dorongan sekitar 50 basis poin dari gelaran Piala Dunia FIFA, seperti dilaporkan Skift. Manajemen perusahaan mengaitkan capaian positif ini dengan daya tahan belanja para pelanggan di segmen premium.
“Segmen liburan mewah terus menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi kami,” kata Chief Executive Officer Hyatt Mark Hoplamazian dalam panggilan konferensi hasil keuangan.
Baca Artikel Lainnya
- Wyndham Luncurkan Homes & Havens Saingi Marriott ›
- InterContinental Dubai Marina Hadirkan Wajah Baru ›
- Yotel Buka Hotel Pertama di Bangkok di Kawasan Kreatif ›
- Villa Treville, Tempat Peristirahatan Mewah Favorit Selebritas ›
- Review Hotel Mewah Hôtel Hermitage Monte-Carlo di Monako ›
- Serial Baru Channel 4 Ungkap Renovasi Hotel Mewah Andy Murray ›
Selain itu, pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang disesuaikan milik Hyatt meningkat 19 persen menjadi 295 juta dolar AS. Perhitungan tersebut telah disesuaikan dengan penjualan beberapa aset hotel yang dilakukan perusahaan pada tahun sebelumnya.
Menaikkan Target Proyeksi Pertumbuhan
Atas hasil positif tersebut, perusahaan memutuskan untuk menaikkan target proyeksi pertumbuhan RevPAR sepanjang tahun. Hyatt kini mengestimasikan pertumbuhan RevPAR berada di kisaran 5 persen hingga 5,5 persen pada 2026, naik dari rentang 3,5 persen hingga 4,5 persen yang diproyeksikan pada Juli lalu.
Target proyeksi terbaru dari Hyatt ini berada di atas rata-rata perkiraan para analis Wall Street yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan sebesar 4,7 persen.


