Daftar Isi
Sejumlah wisatawan kini memilih mengisi waktu liburan dengan berkontribusi langsung pada kelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar. Dilaporkan oleh The Guardian, para pembaca membagikan berbagai pengalaman perjalanan berbasis konservasi yang paling berkesan di sejumlah belakangan penjuru dunia.
Restorasi Terumbu Karang dan Hutan Lindung
Di Tanzania, program The Ropes of Hope di kawasan taman laut Pulau Mafia memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk terlibat langsung dalam pemulihan terumbu karang. Inisiatif ini digagas oleh pakar biologi molekuler asal Afrika Selatan, Jean de Villiers, yang mengenalkan penelitian bank gen karang bawah laut serta keterlibatan masyarakat lokal kepada para wisatawan. Claire, salah satu pengunjung, menceritakan kepada The Guardian bahwa pengalaman edukatif tersebut bahkan menginspirasi anak tertuanya untuk menempuh studi pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu di Skotlandia, organisasi Trees for Life yang berdiri sejak 40 tahun lalu berfokus memulihkan Hutan Caledonian di wilayah Highlands. Relawan yang bergabung dalam program mingguan menginap di pondok sederhana tanpa fasilitas internet untuk melakukan penanaman pohon, pemantauan satwa, dan survei vegetasi. Cal, seorang pembaca yang menghabiskan waktu di Glen Affric, menyebut kegiatan fisik tersebut memberikan kesempatan berharga untuk bekerja dan menyatu dengan alam liar.
Akomodasi Ramah Lingkungan dan Terapi Lebah
Pengalaman menginap berkonsep ramah lingkungan juga ditawarkan di Hutan Holenberg, Belanda, yang menjadi pintu masuk cagar alam Maashorst. Pengunjung dapat menginap di Cabin Anna, yaitu kabin kayu mandiri yang dirancang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Seperti dituturkan April, fasilitas di kabin ini menggunakan barang-barang daur ulang dan penerangan lilin, serta mendorong aktivitas outdoor seperti bersepeda dan berinteraksi secara bijak dengan hewan liar di kawasan hutan.
Di kawasan Tirol Selatan, Italia, Rinner Hotel menghadirkan pengalaman menginap yang berfokus pada dunia peternakan lebah atau apikultur. Hotel keluarga ini menawarkan terapi kesejahteraan berupa inhalasi udara dari sarang lebah, pelatihan beternak lebah, hingga sajian kuliner berbasis madu organik. Nigel menceritakan kepada The Guardian bahwa seluruh listrik di akomodasi tersebut dihasilkan dari limbah kayu, sementara bahan makanan dipasok langsung dari lahan pertanian lokal.
Pelestarian Satwa di Uganda, Italia, dan Montenegro
Kegiatan konservasi satwa besar dapat ditemui di Ziwa Rhino and Wildlife Ranch, Uganda, yang menjadi satu-satunya lokasi penangkaran badak liar di negara tersebut. Pengunjung diajak melintasi jalur penjelajahan untuk mengamati badak dan anaknya dari jarak dekat di habitat asli. Menurut Roy, pemandu wisata di lokasi tersebut memimpin perjalanan penelusuran dengan mengarahkan wisatawan menuju area kubangan lumpur yang menjadi tempat berkumpulnya kawanan badak.
Di Kota Tua Kotor, Montenegro, terdapat bentuk kepedulian lingkungan yang unik melalui mesin daur ulang di taman kucing dekat Gerbang Utara. Lucy menceritakan bahwa wisatawan dan warga lokal dapat memasukkan botol plastik bekas ke dalam mesin tersebut untuk ditukarkan dengan makanan kucing liar yang menghuni kawasan tersebut.
Kawasan Cagar Alam Elmley di Pulau Sheppey, Kent, Inggris, juga menawarkan pengalaman mengamati keanekaragaman hayati di lanskap pesisir. Pembaca bernama Matt membagikan pengalamannya mendengarkan suara burung hantu kecil di malam hari di tengah suasana alam yang tenang.
Di Brancaleone, Calabria, Italia, terdapat Pusat Pemulihan Penyu yang berlokasi di area bekas stasiun kereta api. Tempat yang dikelola sepenuhnya oleh sukarelawan ini telah menyelamatkan dan merehabilitasi lebih dari 700 ekor penyu sejak 2006. Anne menjelaskan bahwa fasilitas ini dapat dikunjungi melalui perjanjian terlebih dahulu dengan membayar biaya masuk ringan untuk mendukung kegiatan operasional pusat penangkaran.








