TN Gunung Rinjani Sumbang Rp96,9 Miliar PNBP ke Negara
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mencatatkan perolehan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp96,9 miliar yang disetorkan kepada negara dari kurun waktu 2021 hingga September 2026.
Peningkatan Signifikan PNBP dari Tahun ke Tahun
Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Budhy Kurniawan menyatakan bahwa tren penerimaan PNBP terus menunjukkan lonjakan yang signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan catatan statistik instansi tersebut, angka penerimaan pada 2021 berada di kisaran Rp577,5 juta dan mengalami lompatan tajam menjadi Rp4,9 miliar pada 2022, seperti dilaporkan Antara, Kamis (29/10/2026).
Pertumbuhan positif tersebut berlanjut pada tahun-tahun berikutnya dengan perolehan PNBP menembus angka Rp14,7 miliar pada 2023. Angka itu kemudian meningkat lagi menjadi Rp22,5 miliar pada 2024 dan naik hingga Rp25,9 miliar pada 2025.
Pencapaian tertinggi tercatat per September 2026, di mana PNBP TNGR berhasil membukukan angka sebesar Rp28,3 miliar. Budhy menilai, kenaikan tersebut menggambarkan kualitas tata kelola wisata alam yang semakin membaik serta tingginya antusiasme kunjungan wisatawan menuju kawasan pelestarian alam tersebut.
Baca Artikel Lainnya
- Power Bank Overheat di Pesawat HK Express, Penumpang Terluka ›
- Ulasan Penerbangan United Airlines Newark ke Nuuk ›
- Ryanair Ubah Aturan Bagasi, Penyerahan Tutup Lebih Awal ›
- Masa Depan Pariwisata Tetap tentang Sentuhan Manusia ›
- Mogok Kerja di Italia dan Spanyol Ganggu Jadwal Wisatawan ›
- Pria Tewas Tertabrak Truk di Jalan Tol M2 Inggris ›
Dampak Ekonomi Berganda bagi Masyarakat Lokal
Selain pemasukan bagi negara, keberadaan kawasan konservasi ini juga mendatangkan efek berlipat ganda ekonomi atau multiplier effect yang besar bagi warga lokal serta daerah penyangga di sekitarnya. Merujuk pada catatan kurun waktu 2021 sampai 2025, total nilai dampak ekonomi yang timbul dari kegiatan pariwisata serta jasa lingkungan mencapai Rp443 miliar.
Budhy merinci bahwa rata-rata dampak perputaran ekonomi dari berbagai aktivitas di kawasan tersebut tercatat mencapai 3,7 kali lipat. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa setiap satu rupiah uang yang dibelanjakan pelancong di area TNGR mampu memicu perputaran roda ekonomi hingga 3,7 kali lipat.
Manfaat dari perputaran finansial itu dirasakan langsung oleh masyarakat dan sektor penunjang di sekitar gunung, mencakup bidang akomodasi, sarana transportasi, usaha kuliner, hingga penyedia jasa pendakian resmi.
Budhy menambahkan, ekspansi dampak ekonomi yang masif ini membuktikan bahwa TN Gunung Rinjani tidak hanya memperluas kesejahteraan masyarakat dan daerah, tetapi juga menjadi pilar krusial bagi pembiayaan kegiatan konservasi yang berkelanjutan.


