Teknologi AI di Bandara 2026: 4 Inovasi Mudahkan Perjalanan
Bandara-bandara di berbagai belahan dunia mulai menemukan cara baru untuk mempermudah perjalanan menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi seperti robot yang beroperasi di terminal hingga pemeriksaan keamanan yang lebih cepat berpotensi membantu penumpang menghemat waktu serta menghindari antrean panjang.
Alasan Penggunaan Kecerdasan Buatan di Bandara
Bandara harus menangani ribuan penumpang, penerbangan, dan bagasi setiap hari yang sering kali memicu kesulitan saat terminal padat atau penerbangan mengalami penundaan. Teknologi AI dapat membantu para petugas bandara menangani sebagian tugas tersebut dengan menganalisis kondisi cuaca serta jadwal penerbangan untuk mendeteksi masalah lebih dini.
Sejumlah bandara turut menguji robot yang mampu memantau kondisi terminal maupun membantu penanganan bagasi. Selain itu, terdapat pula teknologi yang dapat memeriksa identitas penumpang dalam hitungan detik untuk mempermudah mobilitas di bandara yang sibuk.
Uji Coba Robot Anjing Bertenaga AI di Bandara Pittsburgh
Para penumpang di Bandara Internasional Pittsburgh di Amerika Serikat segera menjumpai robot berkaki empat menyerupai anjing yang beroperasi di area Terminal Sisi Udara. Bandara ini sedang menguji coba robot tersebut untuk membantu staf dalam operasional terminal dengan tugas awal memantau kualitas udara di dalam ruangan.
Tahap selanjutnya akan mengkaji kemampuan robot dalam mendeteksi tumpahan cairan dan tempat sampah yang meluber. Melalui pemanfaatan kamera, sensor, dan persepsi berbasis AI, robot-robot ini mengumpulkan informasi saat bergerak dan membagikan data secara langsung kepada para petugas bandara untuk merespons setiap kendala.
Baca Artikel Lainnya
- Perubahan Jadwal Airbus A380 Qatar Airways Tahun 2027 ›
- Jam Operasional Ekstra Magic Kingdom Kembali Hadir Awal 2027 ›
- Bihar Museum Masuk 10 Besar Museum Terbaik Dunia 2026 ›
- Panduan Black Friday 2026: Jadwal dan Tips Belanja ›
- PHK Disney Sentuh Divisi Taman Bermain dan Imagineering ›
- 5 Perjalanan Mewah Menggunakan Mobil di Anak Benua India ›
FAA Manfaatkan Teknologi AI untuk Kurangi Keterlambatan Penerbangan
Federal Aviation Administration (FAA) di Amerika Serikat mulai menerapkan sistem baru bernama Strategic Management of Airspace, Routes, and Trajectories (SMART) untuk mengatasi masalah keterlambatan penerbangan akibat cuaca buruk atau periode liburan padat. Sistem ini menganalisis jadwal penerbangan, kondisi cuaca, kapasitas bandara, serta kondisi wilayah udara guna membantu para pejabat menemukan potensi masalah sebelum memicu penundaan besar.
FAA mulai menggunakan sistem SMART dalam mode terbatas di wilayah Washington, D.C., sejak tanggal 21 September 2026. Apabila cuaca buruk diperkirakan terjadi di sepanjang rute penerbangan yang sibuk, sistem ini membantu para pejabat melakukan perencanaan lebih awal untuk mengatur penerbangan serta menghindari sebagian keterlambatan tanpa menggantikan peran pengendali lalu lintas udara.
Japan Airlines Uji Coba Robot AI untuk Penanganan Bagasi
Japan Airlines juga tengah menguji teknologi baru di Bandara Haneda, Tokyo, melalui kerja sama antara anak perusahaan penanganan darat JAL Ground Service dan GMO AI & Robotics. Maskapai ini menguji robot humanoid untuk membantu operasional darat dalam proyek yang dijadwalkan berlangsung dari Mei 2026 hingga 2028.
Proyek ini bertujuan untuk menilai apakah robot tersebut dapat membantu mengurangi beban kerja manual pada operasi penanganan darat, termasuk penanganan kargo dan bagasi. Pada tahap awal, robot diuji untuk tugas yang melibatkan kontainer kargo dan berpotensi diperluas ke proses memuat serta membongkar bagasi penumpang serta membersihkan kabin pesawat pada masa mendatang.
TSA Uji Gerbang Biometrik Bertenaga AI di Bandara Newark
Keamanan bandara menjadi area lain di mana AI berpotensi menghemat waktu penumpang, seperti uji coba gerbang elektronik atau eGates oleh Transportation Security Administration (TSA) di Terminal C Bandara Internasional Newark Liberty di Amerika Serikat. Gerbang ini memanfaatkan teknologi pengenalan wajah untuk memverifikasi identitas penumpang.
Uji coba tersebut dapat diakses oleh penumpang United Airlines yang memenuhi syarat, memiliki layanan TSA PreCheck, dan merupakan anggota United MileagePlus dengan mengunggah informasi paspor melalui aplikasi United serta memilih untuk ikut serta dalam program Touchless ID milik TSA. Proses verifikasi identitas ini memakan waktu sekitar tiga detik secara rata-rata saat penumpang memindai identitas dan melihat ke arah kamera.
Berbagai teknologi baru ini membawa perubahan melalui alat pemantau AI, robot terminal, hingga gerbang pengenalan wajah untuk memberikan waktu tunggu yang lebih singkat dan layanan bandara yang lebih baik. Meskipun masih berada pada tahap pengujian dan belum tersedia di setiap bandara, inovasi-inovasi tersebut menawarkan cara baru untuk meningkatkan pengalaman perjalanan udara pada tahun 2026.


