Harga Tiket Frontier Melonjak 71 Persen Akibat Avtur

Maskapai berbiaya murah asal Amerika Serikat, Frontier Airlines, mencatatkan lonjakan tarif dasar penerbangan hingga sekitar 71 persen pada kuartal ketiga tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan harga tiket yang signifikan ini terjadi di tengah tingginya biaya bahan bakar avtur yang membebankan industri penerbangan global dalam beberapa bulan terakhir.

Faktor Pendorong Kenaikan Tarif Frontier

Dalam laporan keuangan kuartalannya, manajemen Frontier mengungkapkan bahwa lonjakan tarif penerbangan sebagian disebabkan oleh tingginya harga avtur yang dialihkan langsung kepada konsumen selama tujuh bulan terakhir. Direktur Utama Frontier Airlines, James Dempsey, mengonfirmasi bahwa maskapainya turut menerapkan kebijakan penyesuaian tarif tersebut.

Namun, Dempsey menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak bukan satu-satunya pemicu lonjakan pendapatan maskapai. Ia memperkirakan pertumbuhan pendapatan tersebut terbagi seimbang ke dalam tiga faktor utama, yaitu perbaikan strategi manajemen pendapatan, penutupan maskapai pesaing Spirit Airlines, serta kenaikan biaya bahan bakar, seperti dilaporkan The Points Guy.

Sejak Spirit Airlines berhenti beroperasi pada Mei lalu, peta persaingan maskapai murah mengalami perubahan signifikan. Sebelum gulung tikar, Spirit dan Frontier memiliki tumpang tindih rute hingga sekitar 30 persen. Pasca kebangkrutan pesaing utamanya tersebut, Frontier mengambil alih sejumlah rute yang pernah dilayani Spirit dan berencana menambah lebih banyak rute penerbangan baru.

Kenaikan Harga Tiket di Seluruh Industri

Kenaikan harga tiket tidak hanya dialami oleh penumpang Frontier. Secara umum di industri penerbangan, tarif tiket pada September tercatat naik sekitar 22 persen dibandingkan tahun lalu. Data dari firma analitik penerbangan Cirium menunjukkan harga tiket penerbangan untuk periode liburan Thanksgiving bahkan melonjak hingga sekitar 30 persen dari tahun sebelumnya.

Meskipun harga tiket melonjak tinggi, minat masyarakat untuk terbang tetap kuat. Tingkat keterisian kursi pesawat Frontier pada kuartal ketiga hanya mengalami penurunan tipis dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, maskapai seperti American Airlines menyatakan mulai secara aktif memprioritaskan penjualan tiket berharga tinggi ketimbang berfokus mengisi seluruh kapasitas kursi yang tersedia.

Rugi Operasional dan Peluncuran Layanan Premium

Walaupun membukukan rekor pendapatan dari penumpang pada kuartal ketiga, Frontier masih mencatatkan kerugian bersih sebesar 104 juta dolar AS akibat tingginya biaya bahan bakar. Maskapai ini tercatat belum berhasil mengantongi laba tahunan secara penuh sejak 2019.

Guna memperbaiki kinerja keuangan dalam beberapa tahun ke depan, Frontier mulai menyiapkan sejumlah investasi pada layanan premium. Maskapai ini akan segera memasang kursi kelas satu pada armada pesawatnya, yang ditargetkan mulai dijual untuk jadwal penerbangan awal musim semi mendatang. Anggota program loyalitas Frontier Miles dengan status elit akan mendapatkan kesempatan pengalihan kelas ke fasilitas kursi recline tersebut.

Selain kursi kelas satu, Frontier berencana memasang jaringan Wi-Fi Starlink pada armada pesawatnya mulai awal tahun depan. Direktur Komersial Frontier, Bobby Schroeter, menyebut langkah ini sebagai peningkatan signifikan bagi maskapai yang sebelumnya tidak menyediakan layanan internet sama sekali di dalam pesawat. Hingga saat ini, Frontier belum memutuskan apakah layanan Wi-Fi tersebut akan diberikan secara gratis atau dikenakan biaya tambahan bagi para penumpang.