Maskapai penerbangan Qatar Airways resmi membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Doha dengan Caracas di Venezuela serta Bogota di Kolombia. Layanan ini menjadi rute penerbangan terpanjang terbaru yang dioperasikan oleh maskapai yang berbasis di Doha tersebut.
Frekuensi Penerbangan dan Prospek Pasar
Seperti dilaporkan Business Traveller, rute anyar menuju Caracas dan Bogota ini dioperasikan dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Jumlah penerbangan yang terbatas ini sengaja diterapkan untuk membatasi kapasitas kursi yang harus diisi oleh maskapai sembari membangun potensi permintaan pasar di kawasan tersebut.
Skema jadwal dua kali sepekan ini memiliki tantangan operasional tersendiri. Penumpang yang melewatkan penerbangan pada hari Rabu harus menunggu hingga hari Minggu untuk jadwal keberangkatan berikutnya. Situasi ini berpotensi dimanfaatkan oleh maskapai pesaing yang sudah mapan untuk menggaet penumpang yang memiliki rencana perjalanan fleksibel atau kerap berubah.
Dalam pernyataan peluncurannya, pihak maskapai tidak menyertakan rincian pasti mengenai jumlah tiket yang telah terjual. Selain itu, estimasi pasar saat ini belum memperhitungkan potensi penumpang dari wilayah Asia Timur dan Australia.
Meski demikian, Qatar Airways tengah menguji respons pasar terhadap penerbangan jarak jauh ini. Hasil awal menunjukkan indikasi positif, dengan tingkat keterisian penumpang (load factor) pada penerbangan perdana dilaporkan mencapai 95 persen, yang memberikan prospek cerah bagi masa depan rute tersebut.








