Perburuan Bulu Babi Ungu di Pesisir Sonoma California

Di kawasan Pebble Beach, Sea Ranch, yang terletak beberapa jam di utara San Francisco, California, sekelompok perambah berkumpul saat air laut surut untuk memanen bulu babi ungu. Kegiatan perburuan di kolam pasang surut ini dipimpin oleh Nathan Maxwell Cann, seorang pemandu sekaligus mantan pekerja restoran di California Utara yang kini mendedikasikan dirinya pada pemanenan hasil laut.

Ancaman Populasi Bulu Babi Ungu terhadap Ekosistem

Bulu babi ungu (purple sea urchin) memiliki cangkang berbentuk setengah bola yang keras dengan duri-duri tajam keperakan. Di dalam air, duri mereka tampak seperti kilatan bintang gelap di antara bebatuan. Sebagaimana dilaporkan Condé Nast Traveler, populasi invertebrata ini mengalami lonjakan sangat masif di sepanjang pesisir California, hingga mengubah wilayah yang dahulu merupakan hutan kelp subur menjadi kawasan gundul yang didominasi bulu babi (urchin barrens).

Hutan kelp merupakan ekosistem penting yang menyediakan tempat berlindung bagi berbagai biota laut, mulai dari siput laut hingga anjing laut pelabuhan. Namun, nafsu makan bulu babi yang besar terhadap tanaman kelp membuat batang-batang kelp terputus dan hanyut ke laut lepas. Fenomena serupa juga terjadi di kawasan pesisir lain seperti Alaska, Tasmania, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

Secara alami, populasi bulu babi dikendalikan oleh predator utama seperti berang-berang laut dan bintang laut. Akan tetapi, berang-berang laut di kawasan pesisir Sonoma telah punah sejak lebih dari 150 tahun lalu akibat perburuan liar demi perdagangan bulu pada abad ke-19. Sementara itu, populasi bintang laut mengalami penurunan drastis akibat wabah penyakit pemakan bintang laut (sea star wasting disease) yang diperparah oleh peningkatan suhu air laut.

Proses Pemanenan dan Cita Rasa Kuliner

Tanpa kehadiran predator alami, para peserta pelatihan bertindak layaknya pengganti berang-berang laut untuk mengurangi populasi spesies tersebut. Dengan menggunakan pencapit khusus dan wadah jaring, para peserta mengambil bulu babi dari celah-celah karang pasang surut. Kegiatan ini memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak terpeleset di atas batuan licin yang tertutup rumput laut.

Setelah terkumpul, bulu babi dibersihkan di daratan menggunakan gunting dapur untuk membuka bagian atas cangkangnya. Bagian dalam organisme dibilas dengan air laut segar, lalu bagian gonad berwarna keemasan yang dikenal sebagai uni diambil menggunakan cangkang kerang. Bagian ini memiliki tekstur lembut seperti mentega dengan perpaduan rasa gurih, asin, dan sedikit manis. Cita rasa gurih umami tersebut berasal langsung dari vegetasi kelp yang menjadi makanan utama invertebrata ini.

Potensi kuliner bulu babi ungu ini juga dimanfaatkan oleh sektor restoran setempat. Ryan Seal, kepala juru masak di Sea Ranch Lodge, mengolah bulu babi menjadi hidangan zabaglione sebagai bahan dasar pasta carbonara guna mengenalkan cita rasa khas Sonoma kepada para tamu.

Langkah Pemulihan Ekosistem dan Edukasi Lingkungan

Meski pemanenan mandiri semakin populer di California Utara, Cann mengakui kepada Condé Nast Traveler bahwa upaya pemanenan dalam skala kecil ini hanyalah “setetes air di dalam ember” jika dibandingkan dengan luasnya krisis pemakanan kelp oleh bulu babi. Diperlukan berbagai pendekatan teknologi dan industri untuk memulihkan ekosistem laut secara menyeluruh.

Beberapa inisiatif telah dijalankan di berbagai wilayah California, di antaranya Proyek Restorasi Kelp Raksasa di Monterey yang memanfaatkan alat penyedot kapal selam untuk membersihkan bulu babi dari dasar laut. Di kawasan California Utara, para penyelam skuba menghancurkan bulu babi secara manual menggunakan palu. Selain itu, sejumlah wirausahawan menjalankan usaha peternakan bulu babi dengan mengumpulkan spesies kurus dari area gundul untuk digemukkan menggunakan kelp yang dipanen secara berkelanjutan sebelum dijual ke restoran. Perusahaan Marblis di Mendocino bahkan mengolah cangkang bulu babi menjadi material padat bernama urchinite sebagai alternatif batu marmer.

Kegiatan perburuan bulu babi di sepanjang pantai lebih berperan sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan intertidal, para peserta dapat memahami secara nyata keterkaitan antara manusia, biota laut, dan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir.