Daftar Isi
Insiden pembajakan pesawat Flydubai yang terjadi pada akhir September masih meninggalkan trauma mendalam bagi para penumpang yang mengalaminya. Sejumlah penumpang penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv berjuang menghadapi dampak psikologis tanpa adanya pendampingan terkoordinasi dari pemerintah Israel, seperti dilaporkan Travel – Detikcom melansir Times of Israel, Jumat (30/10/2026).
Dampak Psikologis dan Mandiri Cari Konseling
Sebagian besar penumpang harus mencari bantuan konseling secara mandiri setelah berusaha kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Penumpang bernama Daniel Schlichter (59) mengungkapkan bahwa banyak penumpang belum dapat kembali menjalani kehidupan normal seperti bekerja atau bersekolah, serta mengalami gangguan tidur.
Schlichter yang sedang dalam perjalanan pulang bersama istrinya setelah berlibur di Jepang mengaku kesulitan mengingat detail liburan yang baru mereka jalani. Penumpang lainnya, Almog Italie, yang berada di pesawat bersama istri dan dua anak remajanya menilai bahwa trauma tersebut membutuhkan perhatian serius dan tidak otomatis hilang meski sudah tiba di rumah dengan selamat.
Keluhan Kurangnya Koordinasi Pemerintah
Ketika pembajakan berhasil digagalkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat menyambut beberapa penyintas di Bandara Ben Gurion, termasuk Yaniv Hayun yang ikut melumpuhkan kopilot. Tim medis darurat Magen David Adom juga disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama.
Namun, Schlichter menyatakan bahwa perhatian awal tersebut tidak berlanjut menjadi pendampingan terkoordinasi pada minggu-minggu berikutnya. Juru bicara Kementerian Kesejahteraan dan Jaminan Sosial Israel menyampaikan bahwa penanganan para penumpang bukan berada di bawah tanggung jawab kementeriannya, sementara Lembaga Asuransi Nasional Israel menyatakan belum bisa memberikan bantuan khusus sebelum Kementerian Pertahanan menetapkan kejadian itu sebagai tindakan bermusuhan atau hostile action secara hukum.
Rencana Gugatan Hukum oleh Penyintas
Sekitar 100 penumpang dilaporkan mulai menjajaki gugatan kelompok terhadap pihak Flydubai serta otoritas pemerintah Israel dan Uni Emirat Arab. Mereka mempertimbangkan tuntutan ganti rugi sekaligus mempertanyakan aspek keamanan yang membuat insiden tersebut bisa terjadi.
Peristiwa pembajakan itu berlangsung pada 30 September 2026 pada penerbangan Flydubai FZ1073 rute Dubai menuju Tel Aviv. Kopilot diduga menyerang kapten pilot dan mencoba mengambil alih kendali, memicu pesawat menukik tajam ribuan kaki hingga akhirnya dua pilot yang sedang tidak bertugas bersama para penumpang turun tangan melumpuhkan pelaku dan mendarat darurat di Arab Saudi.








