MNC Peduli dan Dulux Hadirkan Edukasi Disabilitas
MNC Peduli berkolaborasi dengan Dulux dan Yayasan Sayap Ibu Banten (YSIB) menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Deteksi Dini Pencegahan Anak Menyandang Disabilitas” di Sekolah Khusus Sayap Ibu, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan edukasi pencegahan risiko disabilitas sejak dini ini diikuti oleh 37 peserta usia produktif dan 37 penyuluh kesehatan. Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.
Kolaborasi Berkelanjutan untuk Anak Disabilitas
Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Banten, Edwin Arifandi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan langkah berkesinambungan.
Baca Artikel Lainnya
- Pertolongan Pertama Heatstroke pada Pelari ›
- 5 Komplikasi Penyakit Ginjal Kronik pada Anak ›
- 5 Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Kesehatan Kulit ›
- Cara Tanam Pohon Mangga di Rumah, Panen 3-5 Bulan! ›
- Batas Aman Konsumsi Teh Hijau Sehari untuk Kesehatan ›
- Alasan Baju Putih Nyaman Dipakai Saat Cuaca Panas ›
“Kegiatan hari ini hendaknya tidak berhenti sebagai sebuah acara seremonial. Semoga kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperluas edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat kepedulian, serta membangun lingkungan yang semakin inklusif bagi anak-anak disabilitas,” ujar Edwin dalam sambutannya, Kamis (29/10/2026).
Edwin menambahkan, pemenuhan hak dan perhatian terhadap anak-anak penyandang disabilitas memerlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat guna menghadirkan harapan serta membuka kesempatan bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi mereka.
Edwin pun mengungkapkan harapannya agar program yang bekerja sama dengan MNC Peduli dan Dulux ini bisa terus dilakukan ke depannya.
“Dan ke depannya, kami sangat berharap kita terus berkolaborasi, terus memberikan edukasi terhadap program-program yang kita rencanakan untuk menginformasikan ke masyarakat terkait dengan anak-anak difabel. Itu yang sangat kita butuhkan,” ungkap Edwin.


