Krisis Pariwisata Kuba: Hotel Raksasa Keluar dan Penerbangan Turun

Pariwisata Kuba mengalami penurunan kunjungan wisatawan internasional sebesar 65 persen yang memicu perombakan besar-besaran dalam industri perjalanan. Kendala kekurangan bahan bakar penerbangan, pembatalan rute, dan mundurnya operator hotel asal Eropa dari usaha patungan dengan militer telah memaksa peralihan model destinasi tradisional di pulau tersebut.

Kontraksi Makroekonomi dan Penurunan Model Pariwisata Negara

Data dari Oficina Nacional de Estadística e Información (ONEI) menunjukkan kontraksi tajam pada jumlah kunjungan fisik, pengeluaran wisatawan, dan utilitas penginapan di seluruh wilayah kota. Kedatangan internasional mengalami penurunan tahun-ke-tahun sebesar 65,1 persen pada kuartal ketiga dengan total 477.707 pelancong. Penurunan hampir 900.000 pengunjung ini menguras cadangan devisa dan memperlihatkan distorsi modal di dalam ekosistem perhotelan yang dikuasai negara.

Penurunan tersebut mencakup hampir seluruh pasar utama, di mana kedatangan dari Rusia turun 67.205 pelancong, emigran Kuba perantauan berkurang 60.081 orang, dan pengunjung non-diaspora dari Amerika Serikat menyusut 42.984 orang. Rendahnya permintaan luar negeri ini membuat tingkat okupansi hotel nasional berada pada angka rendah tahunan sebesar 18,9 persen. Akibatnya, kelompok pengoperasi negara menutup hampir 73 persen stok kamar fungsional untuk menghemat konsumsi listrik pada jaringan nasional yang rapuh.

Keluarnya Operator Eropa dan Krisis Bahan Bakar Penerbangan

Kemitraan antara merek perhotelan asing dan Gaviota Tourism Group runtuh dalam setahun terakhir akibat tekanan geopolitik dan kesulitan operasional di lapangan. Jaringan besar asal Spanyol mengakhiri kontrak manajemen jangka panjang mereka dengan Gaviota. Meliá Hotels International memutuskan kerja sama pada 15 properti utama, disusul Iberostar Hotels & Resorts yang melepaskan 12 aset penting, serta Barceló Hotels dan ATG Group yang turut menarik portofolio mereka dari Kuba.

Menurut Travel And Tour World, hambatan operasional ini juga diperparah oleh kekurangan bahan bakar jet yang diawasi oleh Unión Cuba-Petróleo (CUPET). Institut Penerbangan Sipil Kuba (IACC) dan Perusahaan Bandara dan Jasa Bandara Kuba (ECASA) mengonfirmasi bahwa kerosin penerbangan Jet A-1 tidak tersedia di sembilan bandara internasional utama. Sejumlah maskapai penerbangan internasional terpaksa mengalihkan rute atau menghentikan penerbangan langsung, termasuk maskapai Iberia dari Spanyol yang menangguhkan penerbangannya hingga pertengahan 2027.

Restrukturisasi Destinasi Perkotaan dan Penguatan Sektor Swasta

Di Havana, hotel milik negara mengalami tingkat okupansi di bawah 15 persen akibat pemadaman listrik bergilir dan kekurangan fasilitas pendingin ruangan. Sebaliknya, para pengusaha swasta yang mengelola *casas particulares* dan *paladares* berinvestasi secara mandiri pada panel surya atap, baterai litium, serta sistem sumur bor untuk menyediakan pasokan listrik dan air tanpa gangguan bagi para pelancong internasional.

Pemerintah Kuba telah mengesahkan paket berisi 176 langkah reformasi ekonomi untuk merestrukturisasi aparatur bisnis negara dan memperluas pengelolaan non-negara. Melalui resolusi Kementerian Pariwisata, bisnis swasta kini diizinkan untuk menyewa serta mengelola properti pariwisata milik negara yang kurang dimanfaatkan, termasuk restoran kota dan fasilitas hotel sekunder. Langkah regulasi ini juga mencabut monopoli negara atas layanan agen perjalanan, pesiar penumpang, dan penyewaan kendaraan.

Penyedia akomodasi swasta yang kini mencakup lebih dari 25.000 *casas particulares* berlisensi di seluruh negeri menunjukkan fleksibilitas operasional yang tinggi. Dengan memanfaatkan pemasaran digital global dan platform pemesanan *peer-to-peer*, sektor swasta mampu menarik wisatawan independen yang mencari alternatif perjalanan yang lebih fleksibel dan dapat diandalkan di tengah tantangan infrastruktur perkotaan Kuba.

Pemulihan koneksi penerbangan yang andal, peningkatan kepercayaan hotel, serta penguatan operator tur lokal akan menjadi penentu kelangsungan sektor pariwisata Kuba ke depan. Harapan pemulihan kini bertumpu pada pariwisata berbasis komunitas dan inisiatif perusahaan swasta di destinasi utama seperti Havana, Varadero, dan Santiago de Cuba.