Daftar Isi
Kairo memperlihatkan kepribadian yang lebih muda dan dinamis ketika malam tiba di bawah langit Mesir. Di situs bersejarah Giza, sebuah festival musik elektronik bernama Starlight Festival digelar untuk pertama kalinya dengan latar belakang Piramida yang megah.
Festival Musik Elektronik di Dekat Piramida
Berdasarkan laporan The Independent Travel, festival musik dua hari ini merupakan kolaborasi antara festival EXIT asal Serbia dan promotor asal Mesir, P+US. Sejumlah musisi elektronik papan atas seperti Adriatique, Pete Tong, Michael Bibi, dan Charlotte de TWIte tampil membawakan musik mereka.
Pertunjukan lampu yang rumit mengubah monumen kuno tersebut menjadi latar belakang yang unik, sementara layar segitiga raksasa menampilkan transisi firaun menjadi pola geometris. Penonton yang terdiri dari warga lokal dan internasional berdansa di bawah langit gurun dengan berbagai busana gaya modern bercampur sentuhan nostalgia tahun 2000-an. Sejumlah anak muda Mesir juga tampak mengenakan tato bergambar simbol-simbol kuno seperti Mata Horus, kumbang scarab, hingga Anubis di kulit mereka.
Latar Belakang Penyelenggaraan dan Masa Depan Hiburan Mesir
Pendiri EXIT, Dušan Kovačević, mengatakan bahwa festival ini merupakan perhelatan multi-hari skala penuh pertama yang diadakan di area Piramida. Penyelenggaraan ini menandai akhir dari tur internasional EXIT untuk membuka babak baru di luar akar mereka di Serbia.
Sementara itu, pendiri perusahaan acara asal Mesir Venture Lifestyle, Rabih Mokbel, berpendapat bahwa negaranya memiliki peluang untuk membangun identitas sendiri di kancah hiburan langsung internasional. Tantangan utamanya adalah mengubah popularitas global tersebut menjadi industri yang berkelanjutan dengan dukungan keahlian lokal dan infrastruktur yang memadai.
Koordinasi dan Interaksi di Lokasi Acara
Penyelenggaraan acara di dekat situs warisan dunia ini memerlukan negosiasi panjang dengan pihak berwenang, perencanaan logistik yang matang, serta kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir demi menjaga kelestarian situs tersebut. Di luar area festival, situasi lalu lintas taksi berjalan dengan dinamika khas Kairo yang ramai dan penuh improvisasi.
Di dalam area acara, ratusan pekerja lokal menyambut pengunjung dengan ramah seraya menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kehadiran wisatawan. Seorang bartender lokal yang bertugas di lokasi bahkan mengungkapkan cita-citanya kepada The Independent Travel untuk menjadi pemain sepak bola, dokter, atau seorang disjoki setelah menyaksikan acara tersebut.
Piramida di Giza akan tetap berdiri kokoh, sementara Mesir terus bertransformasi dengan generasi muda dan budaya baru yang berkembang di sekitarnya.








