Travel News

Ancaman Bom Palsu Teror Penerbangan di Eropa

Ancaman Bom Palsu Teror Penerbangan di Eropa
Daftar Isi
  1. Pendaratan Darurat di Berbagai Kota Eropa
  2. Rentetan Insiden Sejak Awal Pekan
  3. Hak Penumpang Saat Penerbangan Terganggu

Gelombang ancaman bom palsu kembali mengganggu puluhan rute penerbangan di Eropa pada Kamis. Maraknya hoaks keamanan ini memaksa sejumlah pesawat melakukan pendaratan darurat serta pemeriksaan keamanan secara menyeluruh di berbagai bandara benua tersebut.

Pendaratan Darurat di Berbagai Kota Eropa

Otoritas penerbangan di Eropa hingga kini belum berhasil mengidentifikasi asal-usul ancaman tersebut. Sejauh ini, tidak ditemukan adanya keterkaitan antar-ancaman mau pun pihak yang bertanggung jawab, dan belum ada bahan peledak yang ditemukan di salah satu pesawat yang diperiksa.

Pada Kamis, lebih dari 10 penerbangan dilaporkan terdampak oleh insiden ini. Beberapa pesawat mendarat sesuai tujuan akhir, sementara yang lain terpaksa mengalihkan rute penerbangan. Dua penerbangan menuju Bandara Malpensa di Milan, yakni penerbangan A3552 dan FR8953, sempat menerima peringatan bom sebelum akhirnya mendarat dengan selamat.

Pengalihan rute juga dialami oleh maskapai Aer Lingus dengan nomor penerbangan EI402 rute Dublin menuju Roma, yang mendarat di Bandara Evreux, sekitar 100 kilometer sebelah barat Paris. Sementara itu, pesawat maskapai asal Polandia, LOT, terpaksa mendarat di Bandara Zaventem, Brussel. Maskapai Finnair turut melaporkan dua penerbangannya, yakni AY1761 dari Helsinki ke Roma dan AY1471 dari Helsinki ke Wina, menghadapi ancaman bom palsu.

Kondisi serupa terjadi di Praha, tempat empat penerbangan mendarat secara mendadak akibat ancaman bom meski tidak ada peledak yang ditemukan. Di Bulgaria, pejabat setempat melaporkan tiga pesawat melakukan pendaratan darurat, termasuk satu penerbangan dari London yang mendarat di Plovdiv.

Rentetan Insiden Sejak Awal Pekan

Gangguan penerbangan pada Kamis merupakan insiden susulan dari gelombang hoaks yang terjadi sejak awal pekan. Pada Selasa, sedikitnya tujuh penerbangan mengalami ancaman serupa yang mengakibatkan penutupan Bandara Modlin di Warsawa, Polandia. Rute penerbangan yang terdampak berasal dari London, Manchester, Kopenhagen, Israel, Dublin, Bergamo, serta Lisboa.

Rangkaian ancaman ini diawali pada Senin, saat penerbangan Wizz Air dari London Luton menuju Bulgaria terpaksa dialihkan ke Budapest, Hungaria, setelah menerima ancaman bom di udara. Pemerintah Inggris mengategorikan ancaman yang menyasar penerbangan dari wilayahnya pada Selasa sebagai tindakan hoaks jahat. Di Inggris, pelaku penyebar hoaks ancaman bom dapat diancam hukuman penjara hingga tujuh tahun.

Hak Penumpang Saat Penerbangan Terganggu

Bagi para penumpang yang penerbangannya terdampak, ancaman bom palsu umumnya dikategorikan oleh pihak maskapai sebagai kondisi luar biasa (extraordinary circumstances). Kondisi ini membuat penumpang kemungkinan tidak berhak menerima ganti rugi finansial berdasarkan hukum penerbangan Inggris.

Meski demikian, jika penerbangan dibatalkan atau mengalami pengalihan, maskapai wajib mengupayakan agar penumpang dapat mencapai destinasi tujuan secepat mungkin. Pihak maskapai juga diwajibkan menyediakan kupon makanan dan minuman, memfasilitasi akomodasi penginapan jika diperlukan, atau mengganti biaya pengeluaran tersebut di kemudian hari.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *