Kualitas Udara Singapura Membaik, Kabut Asap Tetap Dipantau

Kualitas udara di Singapura terpantau membaik pada Kamis (29/10/2026). Meskipun demikian, kabut asap kiriman dari Indonesia tetap dalam pengawasan karena pergerakan angin berpotensi membawanya ke wilayah tersebut.

Kondisi Kualitas Udara dan Parameter Polutan

Berdasarkan data pukul 06.00 waktu setempat, konsentrasi partikel halus PM2.5 berada pada rentang 26 hingga 46. Di sisi lain, catatan Indeks Standar Polutan (PSI) di lima wilayah Singapura berada di angka 66 sampai 76 seperti dilaporkan detikcom dari The Straits Times.

Partikel halus PM2.5 diukur setiap jam di mana kisaran 0 hingga 55 dikategorikan normal, sedangkan angka 56 hingga 150 menandakan adanya peningkatan konsentrasi. Sementara itu, PSI dihitung berdasarkan akumulasi polutan udara selama 24 jam penuh.

Angka PSI antara 0 sampai 100 menunjukkan kualitas udara dalam kategori baik hingga sedang. Sebaliknya, angka 101 hingga 150 dikategorikan sebagai tingkat yang tidak sehat.

Apabila kualitas udara memburuk hingga mencapai tingkat tidak sehat, masyarakat diimbau untuk membatasi kegiatan di luar ruangan. Anjuran tersebut ditujukan khususnya bagi anak-anak, warga lansia, serta individu yang memiliki riwayat gangguan kesehatan.

Prakiraan Cuaca dan Potensi Pergerakan Asap

Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memprakirakan angka PSI pada hari ini berada di kisaran 60 sampai 90 yang mencakup kategori baik hingga sedang. Melalui laporan malam sebelumnya, NEA mendeteksi adanya titik kabut asap di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Pihak NEA memproyeksikan turunnya hujan di wilayah Singapura, Sumatera, Kalimantan, dan sekitarnya guna meredakan kabut asap, dengan arah angin yang bertiup dari timur-timur laut.

Perubahan arah angin diprediksi terjadi pada esok dan lusa dengan hembusan dari timur-tenggara atau selatan-tenggara. Kondisi tersebut berisiko membawa kabut asap yang berasal dari Sumatera bagian selatan menuju wilayah Singapura.

“Meski kondisi ini dapat membawa kabut asap dari Sumatera bagian selatan, hujan diperkirakan turun di wilayah tersebut sehingga dapat membantu mengurangi risiko kabut asap,” jelas NEA.