SAMHI Hotels telah mengumumkan laporan keuangan yang belum diaudit untuk kuartal kedua (Q2) dan semester pertama (H1) tahun fiskal 2027 yang berakhir pada 30 September 2026. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, melampaui panduan jangka panjang sebesar 9 hingga 11 persen, dengan tingkat okupansi mencapai 78,6 persen.
Kinerja Operasional dan Keuangan
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Today’s Traveller, SAMHI Hotels mencatat pertumbuhan pendapatan toko yang sama (same-store revenue) sebesar 12,6 persen secara tahunan (YoY). Tingkat okupansi hotel meningkat dari 75,0 persen pada periode yang sama tahun lalu menjadi 78,6 persen. Pertumbuhan RevPAR (pendapatan per kamar tersedia) tercatat sebesar 14,3 persen, yang didorong oleh kenaikan ARR (tarif rata-rata kamar) sebesar 9,2 persen.
Perusahaan melaporkan bahwa wisatawan domestik menyumbang sekitar 80 persen dari total malam kamar yang terjual selama kuartal tersebut. Menurut manajemen, kelompok wisatawan ini terbukti lebih tangguh di tengah ketidakpastian geopolitik global. Selain itu, margin EBITDA konsolidasi tercatat sebesar 39,1 persen, tidak termasuk dampak regulasi GST, sementara laba sebelum pajak (PBT) mencapai Rp534 juta, naik 39,9 persen secara tahunan.
Dari sisi utang, SAMHI Hotels mencatat tingkat suku bunga efektif sebesar 7,8 persen, yang diklaim sekitar 300 basis poin lebih rendah dibandingkan saat penawaran umum perdana (IPO). Rasio utang bersih terhadap EBITDA berada di kisaran 3,1 kali.
Strategi Pertumbuhan Masa Depan
Direktur Pelaksana dan CEO SAMHI Hotels Ltd., Ashish Jakhanwala, menyatakan bahwa kinerja kuartal ini memberikan keyakinan terhadap ketahanan ekonomi India. Ia menyoroti bahwa pertumbuhan perusahaan selama beberapa kuartal terakhir didorong oleh kinerja aset yang ada, namun ke depannya, perusahaan akan menambah inventaris baru.
SAMHI Hotels berencana membuka W Hotel di Hyderabad pada tahun fiskal mendatang dan telah mengamankan jalur pengembangan sekitar 1.700 kamar baru hingga tahun fiskal 2031. Jakhanwala menegaskan bahwa perusahaan tetap disiplin dalam menambah aset hanya di pasar inti dengan biaya yang kompetitif, alih-alih melakukan akuisisi mahal.
Selain itu, perusahaan sedang menjajaki kemitraan dengan Marriott untuk memperkuat platform liburan berbasis pengalaman melalui RARE India. Investasi ini dilakukan dengan paparan modal yang terbatas.
Prospek dan Keberlanjutan
Untuk semester kedua tahun fiskal 2027, SAMHI Hotels memperkirakan kondisi operasional akan menjadi lebih kuat. Perusahaan menargetkan untuk mendanai investasi pertumbuhan masa depan melalui arus kas internal, yang diharapkan dapat meningkatkan perolehan arus kas bebas secara signifikan.
Di sisi lain, perusahaan baru saja merilis Laporan Keberlanjutan pertama untuk tahun fiskal 2025-2026 yang mencakup 31 hotel dan 4.899 kamar di 11 negara bagian. Laporan tersebut memuat langkah-langkah efisiensi energi, pengurangan limbah, dan penggunaan energi terbarukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan menuju tahun 2030.








