Jumlah Kunjungan Wisatawan Asing ke Amerika Serikat Menurun

Jumlah kunjungan wisatawan asing ke Amerika Serikat terus mengalami penurunan setelah berakhirnya turnamen Piala Dunia FIFA pada musim panas lalu. Berdasarkan data terbaru dari Kantor Perjalanan dan Pariwisata Nasional atau NTTO, jumlah pengunjung dari luar negeri—tidak termasuk Meksiko dan Kanada—anjlok sebesar 5,7 persen secara tahunan hingga akhir September.

Penurunan dari Pasar Eropa dan Kerugian Ekonomi

Kawasan Eropa Barat yang menjadi pasar wisatawan mancanegara terbesar bagi Amerika Serikat mencatatkan penurunan sebesar 8,7 persen sepanjang tahun ini. Khusus pada September saja, kedatangan pelancong asal Inggris tercatat sebanyak 352.084 orang dari total 2.703.912 pengunjung.

Analisis terhadap data NTTO menunjukkan bahwa sebanyak empat juta lebih sedikit pengunjung asing yang masuk ke Amerika Serikat pada tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun 2024. Total pengeluaran para pelancong tersebut juga terpangkas lebih dari 8 miliar dolar atau setara dengan 5,95 miliar poundsterling.

Sepanjang tahun 2024, total kunjungan wisatawan ke Amerika Serikat mencapai lebih dari 72 juta orang. Angka tersebut kemudian merosot menjadi lebih dari 68 juta orang pada tahun 2025.

Tahun 2025 menandai momen pertama kalinya jumlah kedatangan pelancong mengalami penurunan sejak pandemi Covid-19 berakhir. Secara keseluruhan, Amerika Serikat belum mampu kembali ke level kunjungan sebelum pandemi yang sempat mencatatkan lebih dari 79 juta pelancong.

Lonjakan Singkat Saat Piala Dunia dan Proyeksi Masa Depan

Untuk tahun 2026, pihak NTTO memperkirakan total kedatangan internasional akan meningkat sebesar 3,2 persen menjadi 70,5 juta pengunjung, yang sebagian besar didorong oleh penyelenggaraan Piala Dunia FIFA. Selama turnamen sepak bola yang berlangsung pada Juni tersebut, kedatangan pengunjung internasional sempat mendaki 2,7 persen dibanding Juni 2025 dengan total mencapai 5,4 juta pelancong.

Sebelumnya pada April, World Travel & Tourism Council atau WTTC menyatakan bahwa kendati Amerika Serikat tetap menjadi pasar pariwisata terbesar di dunia pada tahun 2025, negara tersebut kini berada di persimpangan jalan dalam pengembangan sektor wisatanya.

Presiden sekaligus CEO WTTC, Gloria Guevara, menyatakan bahwa Amerika Serikat masih mempertahankan pondasi yang luar biasa sebagai pasar perjalanan terbesar di dunia.

“To avoid losing its leadership position, the US must invest in promoting its attractiveness, both in international markets and during the summer of football; change perception and position the US as a welcoming destination; and grow international visitor spend, encouraging stopovers and new experiences,” kata Gloria Guevara.