Seng Hap 1881 yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, kawasan Kesawan, Medan, menawarkan konsep berbeda bagi para pecinta wisata kuliner. Berada di dalam bangunan bersejarah bernuansa Melayu, tempat ini menyajikan aneka jajanan produk UMKM sekaligus menghadirkan suasana tempo dulu.
Ragam produk pangan yang dijajakan di tempat ini sangat bervariasi, mulai dari kudapan tradisional, keripik, kue kacang, hingga olahan kopi kemasan. Salah seorang pengunjung, Ikal, menyampaikan bahwa variasi makanan yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan banyak pilihan merek bagi konsumen.
“Karena makanan di sini menurutku segar dan menarik ya buat dilihat dan dicoba. Apalagi makanannya itu variatif, banyak jenis, banyak juga pilihan mereknya, jadi bisa ku pilih mana yang aku suka,” kata Ikal kepada detikSumut.
Selain mencicipi sajian kuliner, Ikal mengungkapkan bahwa para pengunjung juga dapat menikmati nilai edukasi sejarah melalui pameran informasi yang terpasang di dinding gedung. “Jadi nggak cuma belanja, tapi juga bisa tahu sedikit sejarah Melayu di sini,” ujarnya. Ia pun berencana datang kembali untuk mencoba produk lain serta menjelajahi sudut bangunan yang belum sempat didatangi, termasuk lantai teratas.
Upaya Pengelola Pelihara Nilai Historis
Atmosfer sejarah yang kuat di lokasi tersebut memang sengaja dipelihara oleh pihak pengelola. Kepala Toko Seng Hap 1881, Zeni Nafiahni, menjelaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjaga warisan sejarah bangunan tersebut.
“Upaya kami untuk menjaga dan melestarikan sejarah bangunan ini dilakukan dengan menampilkan cerita sejarah di dinding agar pengunjung bisa mengetahui seperti apa bangunan ini dahulu. Kami juga mempertahankan nuansa Melayu melalui pakaian adat yang dikenakan staf serta pemutaran lagu-lagu lawas,” ujar Zeni.
Zeni menambahkan bahwa Seng Hap 1881 tidak sekadar menjadi lokasi berkumpul atau tempat makan bagi warga lokal Medan. Menurutnya, tempat ini juga rutin didatangi pengunjung dari luar daerah maupun wisatawan mancanegara, seperti dari Malaysia, yang berburu oleh-oleh.







