Emirates Group mengumumkan perolehan laba sebelum pajak sebesar AED 4,1 miliar atau setara US$1,1 miliar untuk paruh pertama tahun keuangan 2026-27. Pencapaian ini diraih meskipun perusahaan menghadapi berbagai tantangan signifikan yang berasal dari konflik regional serta lonjakan harga bahan bakar.
Penurunan Pendapatan dan Laba
Pendapatan kelompok usaha tersebut mengalami penurunan sebesar 12 persen menjadi AED 66.2 miliar atau sekitar US$18 miliar. Sementara itu, perolehan laba mengalami penyusutan hingga 66 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Chairman dan Chief Executive Emirates Group, Sheikh Ahmed bin Saeed Al Maktoum, memberikan apresiasi atas upaya pemerintah UEA dalam memfasilitasi pemulihan kegiatan angkutan udara. Ia juga menyoroti komitmen perusahaan yang terus melanjutkan investasi pada pengembangan armada serta produk, seraya menyatakan bahwa model bisnis dan sumber daya manusia mereka mampu bertahan dalam ujian.
Operasional Maskapai dan Kargo
Maskapai Emirates sempat menghadapi kendala operasional yang disebabkan oleh pembatasan wilayah udara serta berbagai imbauan perjalanan dari pemerintah. Kendati demikian, maskapai ini berhasil memulihkan layanan hingga 91 persen dari jaringan sebelum gangguan pada akhir September, yang mencakup 150 bandara di 78 negara. Berbagai inisiatif turut diluncurkan guna meningkatkan kepercayaan pelanggan, seperti perlindungan perjalanan komprehensif serta kebijakan pemesanan yang fleksibel.
Di sisi lain, divisi kargo Emirates SkyCargo mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,2 persen meskipun tonase yang diangkut mengalami penurunan 1 persen. Peningkatan ini terjadi karena konflik regional mengganggu transportasi laut sehingga mendongkrak permintaan terhadap pengangkutan udara. Divisi kargo kemudian memperluas jaringannya melalui penambahan destinasi baru serta kapasitas pesawat pengangkut tambahan.
Menatap paruh kedua tahun keuangan, Sheikh Ahmed menyampaikan optimisme yang terukur dengan tetap menitikberatkan fokus perusahaan pada aspek keamanan, kualitas, serta kepuasan pelanggan di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi yang terus berlangsung.







