Travel News

Data Penumpang Cathay dan JAL Bocor Akibat Sistem Amadeus

Data Penumpang Cathay dan JAL Bocor Akibat Sistem Amadeus

Maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific Airways, mengalami insiden kebocoran data pelanggan yang berdampak pada sekitar 53.000 pemesanan tiket. Gangguan keamanan tersebut bermula dari masalah pada penyedia perangkat lunak pemesanan asal Spanyol, Amadeus.

Melalui pernyataan resmi pada Jumat (30/10), pihak Cathay Pacific mengonfirmasi bahwa sistem internal serta operasional penerbangan mereka tidak mengalami kendala. Peristiwa kebocoran pada lingkungan tampilan pemesanan perjalanan milik Amadeus tersebut terdeteksi pada 28 Oktober.

Rincian Data yang Terekspos

Sebagian besar data yang terdampak mencakup nomor referensi pemesanan, nama penumpang, hingga perincian jadwal penerbangan. Pada sebagian kecil kasus, informasi pribadi tambahan milik konsumen juga ikut terekspos.

Catatan Amadeus menunjukkan bahwa gangguan keamanan ini memengaruhi transaksi pemesanan tiket yang dilakukan pada kurun waktu Agustus sampai September 2023. Meski demikian, Cathay Pacific memastikan belum ada bukti yang mengindikasikan data keuangan atau informasi pembayaran pelanggan telah diakses pihak luar.

Amadeus menyatakan telah mengambil langkah penanganan untuk mengatasi kerentanan tersebut sekaligus meningkatkan kemampuan pemantauan sistem. Pihaknya menambahkan bahwa proses investigasi masih berjalan dan sejauh ini tidak ditemukan indikasi bahwa celah keamanan tersebut dimanfaatkan untuk serangan penyanderaan data atau ransomware.

Daftar Maskapai yang Terdampak

Cathay Pacific menambah deretan maskapai yang terkena imbas dari gangguan pada penyedia sistem perjalanan tersebut. Sebelumnya, Japan Airlines melaporkan insiden serupa yang berdampak pada data milik 92.000 pelanggannya akibat akses ilegal ke sistem Amadeus. Maskapai asal Korea Selatan, Asiana Airlines, juga mengonfirmasi data konsumennya ikut terpengaruh.

Hingga saat ini, pihak Amadeus belum mempublikasikan jumlah pasti maskapai maupun total pelanggan yang secara keseluruhan terdampak oleh insiden tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *