Travel News

Ancaman Bom Palsu Kembali Teror Penerbangan di Eropa

Ancaman Bom Palsu Kembali Teror Penerbangan di Eropa

Dunia penerbangan di Eropa kembali diliputi kecemasan setelah serangkaian ancaman bom menyasar belasan maskapai penerbangan pada Kamis (5/11). Berdasarkan laporan media internasional, sedikitnya 14 penerbangan menjadi sasaran teror tersebut, yang menyebabkan beberapa pesawat harus dikawal jet tempur serta dialihkan dari rute penerbangan semula.

Pemerintah di Eropa belum secara resmi menunjuk pihak yang bertanggung jawab atas gelombang teror ini. Namun, insiden tersebut terjadi di tengah tuduhan pejabat Eropa terhadap Rusia dan Iran terkait aksi sabotase dan serangan hibrida, meski Moskow dan Teheran telah membantah keterlibatan mereka.

Sejumlah Penerbangan Terpaksa Mendarat Darurat

Salah satu insiden menimpa maskapai Aer Lingus dengan nomor penerbangan EI402 rute Dublin-Roma. Pesawat Airbus A320 itu terpaksa mengalihkan rutenya dan mendarat di pangkalan udara Evreux, sekitar 100 kilometer sebelah barat Paris. Pihak Angkatan Udara Prancis segera mengerahkan jet tempur untuk mengawal pesawat tersebut setelah status darurat diaktifkan.

Gangguan juga dialami maskapai Finnair. Satu pesawat rute Helsinki menuju Roma mendapatkan pengawalan jet tempur hingga mendarat dan disisir oleh tim penjinak bom. Sementara itu, penerbangan Finnair lainnya dari Helsinki yang dioperasikan Jettime mendarat secara normal di Wina seusai menerima ancaman serupa.

Maskapai LOT rute Warsawa-Brussel juga melaporkan adanya ancaman mencurigakan, tetapi berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Brussel tanpa membutuhkan tindakan keamanan tambahan. Di Bulgaria, tiga penerbangan turut terdampak, termasuk dua pesawat Ryanair dari Kopenhagen dan Madrid yang mendarat di Sofia, serta satu pesawat dari London yang dialihkan ke Plovdiv.

Di Ceko, kepolisian mengonfirmasi empat pesawat tujuan Praha menerima ancaman bom pada hari yang sama. Pihak berwenang menilai tingkat kredibilitas ancaman tersebut rendah, namun tetap mengaktifkan prosedur keamanan. “Meskipun demikian, kami tidak meremehkan ancaman ini. Oleh karena itu, semua langkah keamanan yang diperlukan telah diaktifkan dengan dampak minimal terhadap penumpang maupun operasional bandara,” tulis kepolisian Ceko di platform X. Pemeriksaan oleh tim penjinak peledak memastikan tidak ada bahan peledak di keempat pesawat tersebut.

Ancaman bom juga menyasar penerbangan Wizz Air rute Milan-Bukares yang membawa hampir 200 penumpang. Pesawat tersebut mendarat di ibu kota Rumania dan seluruh penumpang langsung dievakuasi. Sementara di Italia, dua penerbangan tujuan Bandara Malpensa di Milan dilaporkan menerima ancaman serupa dan berhasil mendarat dengan aman.

Gelombang Ancaman Beruntun Sepanjang Pekan

Teror pada hari Kamis (5/11) merupakan gelombang lanjutan dari insiden serupa yang terjadi pada Selasa (3/11). Pada hari itu, sekitar 10 penerbangan dan satu kapal pesiar menjadi sasaran ancaman bom. Dampaknya, bandara di Warsawa sempat ditutup sementara dan angkatan udara di Roma turut dikerahkan. Maskapai Ryanair menjadi pihak yang paling terdampak dengan empat penerbangan yang menjadi sasaran.

Rangkaian ancaman ini sebenarnya sudah dimulai sejak Senin (2/11), ketika pesawat Wizz Air rute London-Sofia terpaksa dialihkan ke Budapest di tengah penerbangan setelah menerima peringatan bom. Jet tempur Gripen milik Angkatan Udara Hungaria saat itu langsung dikerahkan untuk mengawal pesawat hingga mendarat dengan selamat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *