Travelling Saya ke Nusa Penida

Cerita Travelling Saya ke Nusa Penida: Ini Rekomendasi Spot Foto, Harga Tiket, Cara ke Sana

Travelling Saya ke Nusa Penida — Ada satu hal yang saya sadari setelah beberapa kali menjelajahi Bali: semakin jauh kita melangkah dari keramaian kawasan wisata utama, semakin banyak tempat indah yang bisa ditemukan.

Salah satu perjalanan yang paling berkesan bagi saya adalah ketika memutuskan untuk menyeberang ke Nusa Penida.

Awalnya, Nusa Penida hanya saya kenal dari foto-foto di media sosial.

Tebing tinggi dengan pemandangan laut biru, pantai tersembunyi, dan spot foto yang terlihat seperti berada di luar negeri.

Jujur, saya sempat berpikir apakah pemandangan aslinya memang sebagus yang terlihat di foto atau hanya hasil edit kamera.

Ternyata setelah datang langsung, saya bisa bilang satu hal: Nusa Penida memang punya pesona yang berbeda.

Perjalanan ke pulau ini bukan tipe liburan santai yang hanya duduk menikmati fasilitas hotel.

Ada jalan yang cukup menantang, perjalanan laut yang harus dipersiapkan, dan beberapa lokasi wisata yang membutuhkan tenaga ekstra untuk mencapainya.

Tapi semua rasa lelah itu langsung terbayar ketika melihat pemandangan alamnya secara langsung.

Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Bali dan ingin mencari pengalaman yang sedikit berbeda, Nusa Penida bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.

Persiapan Sebelum Berangkat ke Nusa Penida

Persiapan Sebelum Travelling Saya ke Nusa Penida
Persiapan Sebelum Travelling Saya ke Nusa Penida

Sebelum berangkat, saya melakukan beberapa persiapan sederhana supaya perjalanan lebih nyaman. Banyak orang berpikir pergi ke Nusa Penida cukup datang ke pelabuhan lalu membeli tiket kapal.

Bisa saja, tetapi menurut pengalaman saya, sedikit persiapan akan membuat perjalanan jauh lebih menyenangkan.

Hal pertama yang saya perhatikan adalah menentukan tujuan utama selama berada di Nusa Penida.

Pulau ini sebenarnya cukup luas dan memiliki banyak tempat menarik.

Kalau hanya punya waktu satu hari, rasanya hampir mustahil mengunjungi semua lokasi. Karena itu saya memilih beberapa spot yang memang menjadi tujuan utama, terutama tempat yang memiliki pemandangan ikonik.

Beberapa kawasan wisata populer di Nusa Penida antara lain:

  • Kelingking Beach
  • Angel’s Billabong
  • Broken Beach
  • Crystal Bay
  • Diamond Beach
  • Atuh Beach
  • Rumah Pohon Molenteng

Saya juga menyarankan untuk memperhatikan kondisi cuaca sebelum berangkat.

Saat cuaca cerah, warna laut Nusa Penida terlihat sangat luar biasa. Air lautnya bisa berubah menjadi biru kehijauan dan membuat foto terlihat semakin cantik tanpa perlu banyak edit.

Perjalanan Menuju Nusa Penida dari Bali

Perjalanan Menuju Nusa Penida dari Bali
Perjalanan Menuju Nusa Penida dari Bali

Saya berangkat dari Bali melalui pelabuhan yang menjadi salah satu jalur utama menuju Nusa Penida. Perjalanan menggunakan fast boat menjadi pengalaman tersendiri bagi saya.

Saat pertama kali naik kapal cepat, ada sedikit rasa khawatir karena ombak laut terlihat cukup besar.

Namun setelah kapal mulai berjalan, justru perjalanan terasa menyenangkan.

Angin laut yang masuk, pemandangan Pulau Bali dari kejauhan, dan suasana perjalanan membuat rasa antusias semakin meningkat.

Biasanya perjalanan dari Bali menuju Nusa Penida memakan waktu sekitar 30–45 menit tergantung kondisi laut dan lokasi keberangkatan.

Beberapa pilihan pelabuhan keberangkatan yang sering digunakan wisatawan adalah:

  • Sanur
  • Kusamba
  • Padang Bai

Saya pribadi lebih memilih jalur yang mudah dijangkau dari kawasan wisata utama Bali karena pilihan kapal lebih banyak dan jadwal keberangkatan lebih fleksibel.

Untuk harga tiket fast boat sendiri biasanya berada di kisaran Rp100.000–Rp200.000 sekali jalan, tergantung operator, musim liburan, dan fasilitas yang diberikan.

Tips dari saya, jangan hanya memilih kapal berdasarkan harga termurah.

Pastikan operator memiliki jadwal jelas dan ulasan yang baik dari wisatawan sebelumnya. Perjalanan laut yang nyaman akan membuat mood liburan tetap terjaga sejak awal.

Pengalaman Pertama Menginjakkan Kaki di Nusa Penida

Begitu sampai di pelabuhan Nusa Penida, suasananya langsung terasa berbeda dibandingkan Bali daratan.

Udara terasa lebih alami, jalanan tidak seramai kawasan Kuta atau Seminyak, dan pemandangan alam mulai terlihat sejak perjalanan menuju lokasi wisata.

Salah satu hal yang cukup mengejutkan bagi saya adalah kondisi jalan di beberapa area.

Ada beberapa jalur yang cukup sempit dan menanjak, terutama ketika menuju tempat wisata yang berada di atas tebing.

Kalau kamu belum pernah ke Nusa Penida sebelumnya, jangan kaget jika perjalanan darat terasa sedikit melelahkan. Namun justru bagian inilah yang membuat perjalanan terasa lebih berkesan.

Saya beberapa kali berhenti hanya untuk menikmati pemandangan di pinggir jalan.

Dari atas bukit, terlihat hamparan laut luas dengan warna biru yang benar-benar sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Rasanya seperti menemukan sisi Bali yang masih lebih tenang dan alami.

Kelingking Beach, Spot Foto Paling Ikonik di Nusa Penida

Kelingking Beach, Spot Foto Paling Ikonik di Nusa Penida
Kelingking Beach, Spot Foto Paling Ikonik di Nusa Penida

Kalau berbicara tentang Nusa Penida, rasanya belum lengkap tanpa membahas Kelingking Beach.

Tempat ini mungkin menjadi alasan utama banyak wisatawan datang ke Nusa Penida. Foto tebing berbentuk seperti kepala dinosaurus yang menghadap ke laut sudah sangat terkenal dan sering muncul di berbagai media sosial.

Ketika pertama kali melihat langsung pemandangan dari atas tebing, saya sempat hanya diam beberapa saat.

Ada rasa kagum melihat bagaimana alam bisa membentuk tempat seindah itu.

Laut biru yang luas, pasir putih yang terlihat kecil dari atas, serta bentuk tebing yang unik membuat lokasi ini terasa sangat spesial.

Untuk mendapatkan foto terbaik, saya datang cukup pagi. Selain cahaya matahari yang lebih bagus, jumlah wisatawan juga belum terlalu ramai.

Menurut pengalaman saya, waktu terbaik mengunjungi Kelingking Beach adalah pagi hari atau menjelang sore. Hindari datang terlalu siang jika tidak ingin terlalu panas, karena area atas tebing cukup terbuka tanpa banyak tempat berteduh.

Untuk tiket masuk kawasan Kelingking Beach, wisatawan perlu menyiapkan biaya sekitar Rp10.000–Rp25.000 per orang.

Harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan pengelola.

Namun bagi saya, biaya tersebut sangat sebanding dengan pemandangan yang bisa dinikmati.

Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan terlalu memaksakan diri turun sampai ke pantai jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Jalur turun menuju pasir cukup curam dan membutuhkan tenaga ekstra untuk kembali naik.

Banyak wisatawan hanya menikmati pemandangan dari atas, dan menurut saya itu sudah cukup memberikan pengalaman yang luar biasa.

Angel’s Billabong dan Broken Beach, Dua Tempat yang Membuat Saya Terpukau

Angel’s Billabong
Angel’s Billabong

Setelah puas menikmati pemandangan Kelingking Beach, perjalanan saya lanjutkan menuju kawasan barat Nusa Penida. Salah satu tujuan yang sudah saya masukkan dalam daftar sejak awal adalah Angel’s Billabong dan Broken Beach.

Kedua tempat ini berada tidak terlalu jauh satu sama lain, sehingga cukup praktis untuk dikunjungi dalam satu perjalanan.

Saat sampai di area parkir, saya langsung melihat banyak wisatawan berjalan menuju arah tebing. Suara ombak yang menghantam batu karang terdengar cukup jelas, membuat suasana perjalanan terasa semakin menarik.

Tempat pertama yang saya datangi adalah Broken Beach.

Dari namanya saja mungkin sudah bisa ditebak seperti apa tempat ini.

Broken Beach memiliki formasi tebing melingkar dengan lubang besar yang terbentuk secara alami. Air laut masuk melalui celah tersebut dan menciptakan pemandangan seperti kolam raksasa yang langsung terhubung dengan laut lepas.

Hal yang membuat saya kagum adalah bagaimana alam bisa menciptakan bentuk seperti itu tanpa campur tangan manusia.

Saya menghabiskan cukup banyak waktu hanya duduk melihat ombak yang masuk melalui lengkungan batu. Momen seperti ini yang menurut saya sering terlupakan ketika seseorang terlalu fokus mengejar foto.

Kadang pengalaman terbaik saat travelling bukan hanya mendapatkan gambar bagus, tetapi menikmati suasana tempat tersebut.

Tidak jauh dari Broken Beach, terdapat Angel’s Billabong.

Tempat ini terkenal dengan kolam alami yang terbentuk di antara bebatuan karang. Saat kondisi air sedang tenang dan surut, warna airnya terlihat sangat jernih seperti kolam alami.

Namun saya ingin mengingatkan satu hal penting. Banyak foto di internet membuat Angel’s Billabong terlihat seperti tempat berenang yang aman kapan saja. Padahal kondisi laut di sini bisa berubah dengan cepat.

Ketika ombak besar datang, air laut dapat masuk dengan cukup kuat sehingga area ini menjadi berbahaya.

Jadi jangan hanya mengikuti foto di media sosial tanpa memperhatikan kondisi sekitar.

Menurut saya, menikmati pemandangan dari atas sudah menjadi pengalaman yang sangat memuaskan.

Untuk tiket masuk kawasan Broken Beach dan Angel’s Billabong, biasanya wisatawan perlu membayar biaya retribusi sekitar Rp10.000–Rp25.000 per orang.

Crystal Bay, Tempat Santai Menikmati Laut Nusa Penida

Crystal Bay, Tempat Santai Menikmati Laut Nusa Penida
Crystal Bay, Tempat Santai Menikmati Laut Nusa Penida

Setelah perjalanan melewati beberapa tempat dengan medan cukup menantang, saya memilih menghabiskan waktu sore di Crystal Bay.

Berbeda dengan Kelingking Beach atau Angel’s Billabong yang menawarkan pemandangan tebing, Crystal Bay memiliki suasana yang lebih santai.

Pantainya cukup nyaman untuk duduk menikmati matahari terbenam. Banyak wisatawan datang ke sini untuk berenang, snorkeling, atau sekadar menikmati suasana pantai.

Bagi saya, Crystal Bay menjadi tempat yang cocok untuk mengakhiri hari setelah berkeliling pulau.

Saya duduk di pinggir pantai sambil melihat perahu-perahu kecil yang mulai kembali ke daratan. Suasana sore di tempat ini terasa lebih tenang dibandingkan beberapa destinasi populer lainnya.

Jika kamu memiliki waktu lebih dari satu hari di Nusa Penida, Crystal Bay sangat layak dimasukkan ke dalam itinerary.

Bagi pecinta aktivitas bawah laut, kawasan ini juga terkenal sebagai salah satu lokasi snorkeling dan diving. Saat kondisi laut mendukung, wisatawan berkesempatan melihat berbagai kehidupan laut yang menarik.

Namun jika tujuan kamu hanya ingin menikmati pantai dan suasana santai, datang sore hari saja sudah cukup memberikan pengalaman yang menyenangkan.

Diamond Beach dan Atuh Beach, Sisi Timur Nusa Penida yang Tidak Kalah Indah

Diamond Beach Nusa Penida
Diamond Beach Nusa Penida

Hari berikutnya saya memilih menjelajahi sisi timur Nusa Penida.

Menurut saya, kawasan timur memiliki karakter yang berbeda dibandingkan sisi barat. Jika bagian barat terkenal dengan tebing dramatis, sisi timur menawarkan perpaduan antara bukit, pasir putih, dan laut biru yang sangat cantik.

Salah satu tempat yang paling berkesan adalah Diamond Beach.

Perjalanan menuju lokasi ini cukup membutuhkan waktu, tetapi pemandangan sepanjang perjalanan membuat rasa lelah sedikit terlupakan.

Ketika pertama kali melihat Diamond Beach dari atas, saya langsung memahami kenapa tempat ini menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan.

Tangga putih yang berada di sisi tebing menjadi salah satu ciri khas tempat ini. Dari atas terlihat pasir putih yang membentang dengan air laut berwarna biru jernih.

Foto dari area atas sebenarnya sudah sangat bagus.

Tetapi jika kondisi memungkinkan, kamu bisa turun menuju area pantai untuk menikmati suasana lebih dekat.

Meski begitu, tetap perhatikan kemampuan fisik. Jalur tangga menuju pantai cukup panjang dan membutuhkan tenaga ketika kembali naik.

Tidak jauh dari Diamond Beach, ada Atuh Beach yang juga menawarkan pemandangan luar biasa.

Pantainya lebih cocok untuk bersantai karena area pasirnya cukup luas. Saya menikmati waktu dengan berjalan di pinggir pantai sambil melihat formasi batu besar yang menjadi ciri khas kawasan ini.

Bagi saya, kombinasi Diamond Beach dan Atuh Beach adalah salah satu pilihan terbaik jika ingin melihat sisi Nusa Penida yang lebih tenang.

Berapa Biaya Liburan ke Nusa Penida?

Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan teman ketika saya bercerita tentang perjalanan ini adalah: “Sebenarnya berapa biaya yang harus disiapkan untuk liburan ke Nusa Penida?”

Jawabannya tentu tergantung gaya perjalanan masing-masing.

Kalau ingin backpacker, biaya bisa ditekan. Tetapi jika ingin lebih nyaman menggunakan jasa tour atau transportasi pribadi, budget yang dibutuhkan tentu lebih besar.

Berikut gambaran biaya perjalanan yang saya keluarkan:

Transportasi dari Bali ke Nusa Penida

Fast boat:

  • Sekitar Rp100.000–Rp200.000 sekali jalan
  • Pulang pergi sekitar Rp200.000–Rp400.000

Transportasi Keliling Pulau

Ada beberapa pilihan:

Sewa motor:

  • Sekitar Rp75.000–Rp150.000 per hari

Sewa mobil dengan driver:

  • Sekitar Rp500.000–Rp800.000 per hari

Jika baru pertama kali datang, saya lebih menyarankan menggunakan mobil dengan driver.

Alasannya bukan hanya soal kenyamanan, tetapi kondisi beberapa jalan di Nusa Penida memang cukup menantang.

Tiket Masuk Wisata

Rata-rata:

  • Rp10.000–Rp25.000 per lokasi

Penginapan

Untuk menginap:

  • Homestay sederhana mulai sekitar Rp150.000–Rp300.000 per malam
  • Hotel dengan fasilitas lebih lengkap bisa mulai Rp500.000 ke atas

Secara umum, perjalanan 2 hari 1 malam ke Nusa Penida bisa dilakukan dengan budget sekitar Rp700.000–Rp1.500.000 per orang, tergantung pilihan transportasi, makanan, dan penginapan.

Bagi saya, Nusa Penida termasuk destinasi yang masih cukup ramah di kantong jika dibandingkan pengalaman alam yang ditawarkan.

Kesimpulan

Setelah merasakan sendiri perjalanan ke Nusa Penida, saya bisa mengatakan bahwa pulau ini bukan hanya sekadar tempat untuk berburu foto Instagram. Memang benar, banyak orang datang karena tertarik dengan pemandangan Kelingking Beach, Angel’s Billabong, Broken Beach, atau Diamond Beach yang terlihat luar biasa di media sosial.

Tetapi ketika berada langsung di sana, pengalaman yang didapat jauh lebih besar daripada sekadar mendapatkan foto bagus.

Bagi saya, Nusa Penida adalah tempat yang cocok untuk kamu yang ingin menikmati sisi lain Bali. Pulau ini menawarkan kombinasi lengkap antara petualangan, keindahan alam, dan pengalaman perjalanan yang sulit dilupakan.

Namun sebelum berangkat, pastikan kamu sudah mempersiapkan perjalanan dengan baik.

Kalau memiliki waktu, saya lebih menyarankan menginap minimal satu malam dibandingkan hanya melakukan perjalanan pulang-pergi dari Bali. Dengan begitu, kamu bisa menikmati suasana pulau lebih lama dan tidak terburu-buru mengejar jadwal kapal kembali.

Baca lagi ulasana lainnya di Hellobali.id ya