Daftar Isi
Aktris dan komedian Nora Lum, yang dikenal dengan nama panggung Awkwafina, melakukan tur kuliner bernuansa nostalgia di kawasan Koreatown, Manhattan, New York. Kegiatan ini berlangsung setelah ia menyelesaikan syuting serial dokumenter terbaru Apple TV yang diproduseri dan dipandunya, berjudul Awkwafina: The Unlikely Cook.
Menjelajahi Koreatown dan Mengenang Masa Muda
Dalam wawancara bersama Condé Nast Traveler di lantai atas restoran Miss Korea, Lum menikmati hidangan Korean barbecue lengkap dengan beragam banchan dan iga panggang. Kawasan 32nd Street yang diapit Broadway dan Fifth Avenue tersebut merupakan lokasi awal tumbuhnya Koreatown pada akhir 1970-an. Wilayah yang dulunya hanya diisi toko buku berbahasa Korea dan beberapa restoran kini berkembang menjadi pusat hiburan 24 jam dengan berbagai sajian, mulai dari korean corn dog di Jongro Rice Hotdog hingga menu tasting berbingkai bintang Michelin di Joo Ok.
Bagi Lum, kawasan tersebut menyimpan kenangan masa muda saat ia sering mengunjungi kelab malam seperti MK, Maru, dan Circle. Perjalanan kulinernya dilanjutkan ke BCD Tofu House untuk menyantap bakwan makanan laut renyah, kepiting berbumbu pedas, dan hidangan favoritnya berupa sup tahu soondubu dalam pot tanah liat. Restoran asal Los Angeles yang dibuka sejak 2008 itu kini terus dipadati pengunjung.
Manajer Umum BCD Tofu House, Alex Kim, menuturkan bahwa 20 tahun lalu sekitar 70 hingga 80 persen pelanggannya merupakan warga keturunan Korea. Namun, saat ini komposisi pengunjung didominasi oleh masyarakat non-Korea.
Lum dan tim juga mendatangi tempat makan cepat saji Woorijip untuk membeli kimbap, serta pusat jajanan Food Gallery 32 untuk mendapatkan bungeoppang. Kue berbentuk ikan tersebut pertama kali diperkenalkan di Korea oleh kolonial Jepang pada 1930-an dan populer kembali pada era 1990-an.
Warisan Keluarga dan Pelestarian Usaha Kecil
Lum, yang memiliki darah keturunan Korea-Tionghoa-Amerika, memiliki ikatan erat dengan dunia kuliner. Kakek buyutnya mengelola restoran Cantonese-American legendaris bernama Lum’s di Flushing, Queens, dari tahun 1953 hingga 1982. Melalui delapan episode acara TV-nya, ia mengumpulkan tips memasak dari komunitas Asia di Amerika Serikat, khususnya di kawasan Chinatown.
Lum menjelaskan bahwa setelah pandemi, banyak usaha kecil milik keluarga yang gulung tikar dan kawasan Chinatown mengalami penurunan. Melalui acaranya, ia ingin mengeksplorasi fenomena tersebut sekaligus melihat bagaimana generasi muda mempertahankan warisan budaya tersebut.
Pengalaman kakek buyutnya di Lum’s mencerminkan proses adaptasi masakan tradisional imigran di Amerika Serikat, seperti terciptanya hidangan chop suey dan olahan wok memakai sayuran non-Tionghoa. Di akhir episode serinya, Lum bahkan membuka restoran pop-up sementara untuk menghidupkan kembali menu Lum’s di Little Italy, Manhattan, menyajikan hidangan seperti ayam jeruk dan daging sapi barbekyu.
Rekomendasi Tempat Makan di Amerika Serikat
Selama proses pengambilan gambar, Lum mengunjungi berbagai tempat makan bernilai sejarah dan inovatif di sejumlah kota. Di San Francisco, ia mengunjungi Chinatown tertua di Amerika Serikat untuk memasak bersama koki Martin Yan serta mendatangi restoran Mister Jiu’s yang menyajikan masakan Kanton bergaya Barat.
Di Texas, ia melakukan perjalanan kuliner bersama komedian Jimmy O. Yang dengan mendatangi Eaker Barbecue di Fredericksburg dan Curry Boys BBQ di San Antonio. Curry Boys BBQ dikelola oleh tiga sahabat masa kecil yang memadukan daging sandung lamur asap kayu ek dengan kari hijau khas Asia Tenggara.
Sementara di Los Angeles, Lum sempat menjadi pelayan di Golden Dragon, sebuah restoran ruang perjamuan klasik yang telah bertahan selama 64 tahun di Chinatown LA. Saat bertandang ke Hawaii, Lum mengunjungi penyulingan Kō Hana Distillers di Oahu untuk mempelajari budaya tiki yang pernah menginspirasi menu minuman kakek buyutnya.
Di Manhattan Chinatown, ia menyoroti Phoenix Palace yang menyajikan makanan terjangkau bagi warga lansia setempat dan menggunakan piring dari toko porselen bersejarah Wing on Wo & Co. yang berdiri sejak 1925.
Serial dokumenter Awkwafina: The Unlikely Cook dijadwalkan mulai tayang secara penstriman di platform Apple TV pada 6 November.








