Layanan perjalanan kereta api di Prancis menghadapi gangguan besar menyusul seruan aksi mogok massal nasional yang digelar oleh serikat buruh. Ratusan ribu orang diperkirakan memadati jalan-jalan kota di seluruh Prancis pada Kamis (5/11).
Dampak Operasional Kereta dan Transportasi Umum
Menurut laporan dinas intelijen Prancis yang dikutip Reuters, sekitar 500.000 hingga 700.000 orang diprediksi mengikuti unjuk rasa di luar Paris, dengan aksi massa besar juga terpusat di Lyon dan Marseille. Serikat pekerja telah memperingatkan adanya potensi kelumpuhan pada layanan kereta api dan transportasi publik.
Operator kereta nasional Prancis, SNCF, memperkirakan gangguan operasional akan terjadi di seluruh jaringannya. Layanan kereta berkecepatan tinggi TGV diperkirakan hanya mengalami kendala kecil, sedangkan layanan regional seperti Intercités dan TER, serta jaringan kereta komuter RER dan Île-de-France, diprediksi mengalami disrupsi yang jauh lebih parah.
SNCF menyatakan bahwa para calon penumpang yang jadwal kereta TGV atau Intercités miliknya dibatalkan akan dihubungi secara langsung. Mereka diberikan opsi untuk menukar tiket atau mengajukan pengembalian dana secara cuma-cuma, sembari diimbau untuk selalu memeriksa status perjalanan sebelum berangkat ke stasiun.
Sejumlah stasiun kereta di Paris dan kawasan Île-de-France ditutup sementara. Kendati demikian, layanan jaringan metro di stasiun-stasiun yang tetap dibuka, serta armada bus dan trem regional, dijadwalkan beroperasi mendekati normal, meski kereta komuter Transilien ikut terdampak.
Operator kereta lintas negara Eurostar menyampaikan bahwa jadwal perjalanan mereka diperkirakan berjalan mendekati jadwal normal pada Kamis. Namun, Eurostar tetap meminta para penumpang yang memiliki sambungan perjalanan kereta domestik di Prancis untuk memantau pembaruan jadwal terkini secara langsung.
Peringatan Perjalanan dan Sektor Penerbangan
Di sektor transportasi udara, otoritas penerbangan sipil Prancis (DGAC) menyampaikan kepada media pariwisata Prancis, Tourmag, bahwa pihaknya belum menginstruksikan maskapai untuk membatalkan atau mengubah jadwal penerbangan, meskipun potensi aksi mogok di sektor ini belum sepenuhnya tertutup. Seperti dilaporkan The Independent, konfirmasi lanjutan terkait perkembangan situasi telah dimintakan kepada DGAC.
Pemerintah Inggris memperbarui peringatan perjalanan bagi warganya yang berada di Prancis menyusul rangkaian demonstrasi yang berlangsung sejak 22 Oktober. Kantor Luar Negeri Inggris mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi aksi demonstrasi atau pertemuan politik yang dapat terjadi secara mendadak, menjauhi kerumunan besar dan pengamanan ketat kepolisian, serta mematuhi arahan aparat setempat termasuk kemungkinan adanya aturan jam malam lokal.
Aksi mogok nasional ini digelar setelah terjadinya gelombang protes selama tiga akhir pekan berturut-turut di berbagai wilayah Prancis terkait tuntutan perbaikan kondisi sekolah dan tingginya biaya hidup. Unjuk rasa pada Oktober sebelumnya sempat memicu kerusuhan dan penjarahan yang mengakibatkan kerusakan pertokoan, fasilitas publik, hingga kebakaran bangunan.






