Travel News

Lufthansa Group Wajibkan Travel ID untuk Check-In Online

Lufthansa Group Wajibkan Travel ID untuk Check-In Online

Lufthansa Group menerapkan kebijakan baru yang dinilai cukup kontroversial karena mewajibkan penumpang untuk memiliki akun Travel ID jika ingin melakukan *check-in* secara online melalui situs web atau aplikasi. Kebijakan ini pertama kali dilaporkan oleh *aeroTELEGRAPH*, seperti dicatat oleh One Mile at a Time.

Konsep Travel ID Lufthansa Group

Lufthansa Group memiliki sistem bernama Travel ID, di mana pelanggan dapat menggunakan satu akun untuk masuk ke seluruh platform digital maskapai di bawah grup tersebut, termasuk Lufthansa, SWISS, Austrian, Brussels Airlines, Edelweiss, dan Discover Airlines. Sistem ini terpisah dari program Miles & More, dengan tujuan menyediakan akses masuk tunggal untuk berbagai layanan digital.

Sejalan dengan sistem tersebut, Lufthansa Group secara bertahap menggulirkan inisiatif yang mewajibkan pelanggan memiliki akun Travel ID untuk mengakses layanan *check-in* online. Persyaratan ini akan diberlakukan secara bertahap berdasarkan wilayah keberangkatan:

  • Mulai 20 Oktober 2026 untuk keberangkatan dari Wilayah Schengen, kecuali Jerman, Austria, dan Swiss.
  • Mulai 2 November 2026 untuk keberangkatan dari area non-Schengen Eropa, serta Jerman (kecuali Frankfurt dan Munich), Austria, dan Swiss (kecuali Zurich).
  • Mulai 16 November 2026 untuk keberangkatan dari Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, serta dari Munich dan Zurich.
  • Mulai 30 November 2026 untuk keberangkatan dari seluruh wilayah lainnya serta dari Frankfurt.

Meskipun demikian, terdapat beberapa pengecualian untuk aturan Travel ID ini. Penumpang tidak memerlukan Travel ID jika melakukan *check-in* langsung di konter bandara atau mesin, bepergian dengan tiket yang diterbitkan oleh maskapai lain, atau terbang dengan maskapai lain menggunakan tiket yang dikeluarkan oleh Lufthansa Group.

Analisis Kebijakan Maskapai

Maskapai penerbangan umumnya menyukai data dan kemampuan untuk memasarkan produk langsung kepada pelanggan, yang sering menjadi alasan di balik insentif program loyalitas seperti Wi-Fi gratis bagi anggota. Kendati demikian, langkah ini diterapkan pada proses *check-in* online yang selama ini dinilai lebih banyak menguntungkan pihak maskapai dalam menghemat sumber daya dan waktu.

Meskipun kebijakan ini tergolong kurang ramah bagi konsumen karena mempersulit fungsi dasar operasional, langkah tersebut diyakini akan mendorong banyak orang untuk mendaftarkan akun Travel ID mereka. Di sisi lain, kecil kemungkinan kebijakan ini akan membuat penumpang berhenti menggunakan *check-in* online atau beralih dari maskapai di bawah Lufthansa Group.

Langkah progresif ini dijadwalkan akan selesai diterapkan sepenuhnya pada 30 November 2026 bagi seluruh rute dan wilayah operasional maskapai.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *