Event & Budaya

Festival Seni dan Sastra Sikkim 2026 Resmi Dibuka

Festival Seni dan Sastra Sikkim 2026 Resmi Dibuka

Edisi kedua Sikkim Arts and Literature Festival (SALF) 2026 resmi dibuka di The Ridge Park, Gangtok. Acara ini diawali dengan pidato sambutan dari Anggota Majelis Legislatif Sikkim untuk Soreng-Chakung, Aditya Golay, serta pidato kunci oleh Menteri Pendidikan Pemerintah Sikkim, Raju Basnet.

Perayaan Budaya dan Sastra Himalaya

Disajikan oleh Students’ Welfare Board, Departemen Pendidikan Pemerintah Sikkim, serta diproduksi oleh Teamwork Arts, festival yang berlangsung selama tiga hari ini mempertemukan para penulis, pemikir, seniman, dan musisi. Acara ini merayakan sastra, seni, serta tradisi budaya yang kaya dari Sikkim dan wilayah Himalaya yang lebih luas. Dalam pidato utamanya, Raju Basnet menyoroti keberagaman komunitas dan tradisi Sikkim sebagai sumber kekuatan. Ia menekankan pentingnya membaca, imajinasi, dan ekspresi kreatif di kalangan generasi muda, serta menggarisbawahi perlunya mendorong penulisan dalam setiap bahasa ibu agar tidak ada anak yang merasa bahasa mereka terlalu kecil untuk berekspresi secara kreatif.

Hari pertama penyelenggaraan diisi dengan percakapan sastra dan pertunjukan musik yang menelusuri sejarah, budaya, serta proses kreatif. Sejarawan dan penulis terkenal William Dalrymple tampil dalam sesi bertajuk ‘A Life in History’ bersama Tashi Chophel, yang mengeksplorasi persimpangan antara sejarah dan penceritaan. Malam harinya dilanjutkan dengan penghormatan musik bertajuk ‘Celebrating oleh Legends of Ghazal’ oleh Aagaaz, serta sesi ‘Indian Ocean Unplugged’ yang mempertemukan anggota band Indian Ocean dengan Direktur Pelaksana Teamwork Arts, Sanjoy K. Roy, untuk membahas perjalanan musikal mereka.

Pernyataan Tokoh dan Rangkaian Acara

Menanggapi festival tersebut, Aditya Golay menyatakan bahwa Sikkim telah lama menjadi titik temu berbagai budaya, tradisi, dan gagasan yang dibentuk oleh pertukaran selama berabad-abad di seluruh wilayah Himalaya. Festival ini dinilai sebagai peluang untuk merayakan warisan tersebut sekaligus membuka percakapan baru seputar sastra, seni, dan kreativitas guna menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Sanjoy K. Roy menyampaikan bahwa Sikkim memiliki tradisi budaya dan sastra yang kaya dengan cerita-cerita yang layak didengar secara lebih luas. Melalui kolaborasi dengan pemerintah setempat, pihaknya berharap dapat menciptakan kesempatan bagi anak-anak muda untuk terlibat dengan sastra dan seni yang menjadi inti dari ekonomi kreatif masa depan. Festival ini dijadwalkan berlangsung dari 28 hingga 30 Oktober 2026 di The Ridge Park, Gangtok, dengan berbagai agenda diskusi, puisi, dan pertunjukan musik lanjutan yang melibatkan seniman lokal maupun luar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *