Mantan Chairman China Eastern Airlines, Liu Shaoyong, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara oleh sebuah pengadilan di Provinsi Liaoning, China. Ia terbukti menerima suap senilai lebih dari USD10 juta selama menjalankan tugas resminya di salah satu maskapai terbesar di negeri tersebut.
Vonis Pengadilan dan Perjalanan Kasus
Berdasarkan putusan pengadilan seperti dilaporkan oleh One Mile at a Time, Liu menyalahgunakan jabatannya di maskapai antara tahun 2002 hingga 2023. Ia kedapatan memberikan bantuan kepada berbagai perusahaan dan perorangan dalam kegiatan operasional bisnis, kontrak proyek, serta manajemen rute penerbangan.
Selain hukuman badan selama 14 tahun, Liu diwajibkan membayar denda sebesar USD600.000. Seluruh keuntungan haram beserta hasil terkait dari tindak suap tersebut juga harus disita dan dikembalikan kepada negara.
Meskipun pengadilan menyatakan perbuatannya dikategorikan sebagai suap dalam jumlah yang sangat besar, hukuman yang diterima Liu tergolong lebih ringan dari ancaman maksimal. Keringanan ini diberikan karena pertimbangan keadaan yang meringankan, seperti pengakuannya sendiri, pengungkapan sukarela atas pelanggaran yang sebelumnya belum diketahui, penyesalan mendalam, serta kerja sama dalam mengembalikan hasil kejahatan.
Kampanye Antikorupsi Pemerintah China
Kasus hukum ini merupakan rangkaian dari kampanye antikorupsi yang digencarkan pemerintah China untuk menargetkan para pejabat di berbagai tingkatan, termasuk para eksekutif dari perusahaan-perusahaan milik negara.
Sebelum dijatuhi hukuman, Liu terlebih dahulu ditempatkan di bawah penyelidikan oleh Komisi Pusat Inspeksi Disiplin (CCDI) dan Komisi Pengawasan Nasional pada Juni 2025 atas pelanggaran disiplin partai dan undang-undang negara. Pada Januari 2026, ia resmi dipecat dari Partai Komunis China (CPC) setelah tim penyidik menemukan bukti penyalahgunaan wewenang untuk keuntungan pribadi, sebelum akhirnya didakwa secara resmi pada Mei 2026.








