Travel News

Pesawat Air Serbia Putar Balik Gara-Gara Politikus Moskow

Pesawat Air Serbia Putar Balik Gara-Gara Politikus Moskow
Daftar Isi
  1. Kronologi Penerbangan yang Berbalik Arah
  2. Kaitan dengan Politikus Pro-Rusia
  3. Bantahan dari Pihak Politikus

Sebuah penerbangan maskapai Air Serbia yang sedianya bertolak dari Serbia menuju Rusia terpaksa berbalik arah di atas wilayah Lithuania. Keputusan putar balik ini diambil demi melakukan pemeriksaan keamanan tambahan terhadap para penumpang di dalam kabin.

Kronologi Penerbangan yang Berbalik Arah

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 3 November 2026, dan melibatkan penerbangan Air Serbia nomor JU134 dengan rute dari Bandara Beograd (BEG) menuju Moskow (SVO). Mengutip laporan One Mile at a Time, penerbangan sejauh 1.074 mil ini dioperasikan menggunakan pesawat Airbus A320 dengan kode registrasi YU-APH. Pesawat dijadwalkan lepas landas pada pukul 18.25 waktu setempat dan mendarat pukul 23.40 dengan waktu tempuh sekitar tiga jam 15 menit.

Pesawat lepas landas hampir tepat waktu pada pukul 18.48 dan terbang ke arah utara melintasi Hongaria, Slovakia, Polandia, hingga Lithuania. Namun, sekitar 90 menit setelah lepas landas atau ketika sudah melewati separuh perjalanan, pesawat melakukan putar balik dan terbang kembali ke arah Beograd.

Pesawat akhirnya mendarat kembali di Beograd pada pukul 21.57 waktu setempat, atau sedikit lebih dari tiga jam sejak keberangkatan awalnya. Pesawat tersebut kembali terbang pada dini hari tanggal 4 November pukul 01.56 dan mendarat di tujuan pada pukul 06.43 dengan keterlambatan lebih dari tujuh jam dari jadwal semula.

Kaitan dengan Politikus Pro-Rusia

Pihak maskapai secara resmi menyatakan bahwa keputusan pengalihan rute dibuat sesuai dengan instruksi yang diterima serta seluruh aturan keamanan yang berlaku. Berdasarkan laporan media di Serbia, di dalam pesawat tersebut terdapat sejumlah sekutu dari mantan Presiden Serbia Aleksandar Vucic yang belum lama ini kalah dalam pemilihan umum.

Salah satu penumpang di dalam pesawat itu adalah Aleksandar Vulin, yang menjabat sebagai wakil perdana minister hingga 2025 dan dikenal sangat pro-Rusia. Amerika Serikat bahkan pernah menjatuhkan sanksi kepadanya akibat hubungan dekatnya dengan Rusia.

Media di Serbia menyebutkan bahwa pemicu pengalihan rute adalah rekaman kamera pengawas di Bandara Beograd Nikola Tesla yang memperlihatkan seseorang membantu Vulin menghindari pemeriksaan keamanan.

Bantahan dari Pihak Politikus

Aleksandar Vulin membantah dirinya menjadi penyebab pesawat tersebut harus berputar balik dan menuding kejadian itu sebagai sebuah pertunjukan politik. Dalam wawancara di televisi nasional Serbia, Vulin menyatakan bahwa seluruh tuduhan tersebut adalah kebohongan belaka.

“It’s all a lie, an act of violence and an attempt to prove to these new authorities how ready they are here at the airport, how much they are on the defensive of their ideology. So, of course it’s all a lie, of course it’s all utter nonsense. I’m really sorry and uncomfortable, so many people have returned, their lives are being ruined, their obligations are being ruined because of the attempt to politically deal with me,” ujar Vulin seperti dilaporkan One Mile at a Time.

Vulin menambahkan bahwa kepergiannya ke Moskow bukan untuk berlibur, melainkan menjalankan tugas negara memperpanjang perjanjian gas bagi seluruh warga Serbia. Ia juga mengaku sedang tidur ketika pesawat berputar balik dan baru menyadarinya setelah mendarat kembali di Beograd.

“We just woke up, to be honest, I fell asleep. I was sleeping on the plane, I wake up, they say: You are in Belgrade. How are you in Belgrade? When we went outside, I see the police, the special forces gathered. I say: ‘Colleagues, have you come for me?’ They laugh. They say: ‘We are not, Minister.’ I go down with all the other passengers. I go through the procedure with all the other passengers again. I go through another procedure by myself. And now, I am standing and waiting for them to let us get on the plane again,” tutur Vulin menjelaskan situasi saat pendaratan kembali.

Seluruh penumpang di dalam pesawat menjalani proses pemeriksaan ulang setibanya pesawat tersebut kembali mendarat di wilayah Serbia sebelum diizinkan melanjutkan penerbangan kembali ke Moskow.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *