Wisata Alam

Kondisi Terkini Alas Roban Usai Sempat Viral karena Kebakaran

Kondisi Terkini Alas Roban Usai Sempat Viral karena Kebakaran
Daftar Isi
  1. Kronologi dan Dugaan Kesengajaan Kebakaran
  2. Kondisi di Lapangan dan Penjelasan Perhutani
  3. Kesaksian Warga dan Pemerintah Setempat

Kawasan hutan jati Alas Roban di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sempat viral di media sosial setelah dilaporkan terbakar pada Minggu (1/11/2026) malam. Namun, bekas kebakaran di lokasi tersebut kini hampir tidak kelihatan setelah tersapu air hujan.

Kronologi dan Dugaan Kesengajaan Kebakaran

Informasi mengenai kebakaran di Alas Roban pertama kali mencuat melalui unggahan video akun Threads @bunga_04_daily. Dalam narasinya, akun tersebut menyebutkan bahwa hutan jati di daerah tersebut tidak pernah mengalami kebakaran sejak zaman Hindia Belanda karena kondisi tanahnya yang kaya akan air.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, membenarkan adanya dugaan kesengajaan di balik peristiwa yang menghanguskan lahan seluas sekitar 3 hektare itu. Berdasarkan informasi dari anggota Polsek Gringsing, kebakaran terpantau terjadi pada Minggu (1/11/2026) pukul 21.30 WIB.

Petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, Koramil Gringsing, dan personel Perhutani RPH Plelen langsung bergerak menuju titik api. Mereka melakukan pemadaman menggunakan peralatan sederhana berupa ranting kayu untuk mengibaskan api serta membuat ilar-ilar, hingga akhirnya api berhasil dikendalikan pada pukul 22.30 WIB.

Kondisi di Lapangan dan Penjelasan Perhutani

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kebakaran berada di wilayah Desa Sentul, Kecamatan Gringsing, yang masuk ke dalam Petak 79 E atau kawasan lindung. Lokasinya terletak di jalur kecil yang diapit gundukan tanah tinggi dan dapat diakses melalui jalan alternatif.

Asper Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (KBKPH) Plelen, Moh Abidin, menyatakan bahwa api hanya menghanguskan serasah, semak kering, dan dedaunan di bawah tegakan hutan. Menurutnya, pepohonan jati di kawasan tersebut sama sekali tidak tersentuh api.

“Masuk petak 79E. Ya masuk Kawasan Lindung,” ujar Abidin saat ditemui di kantornya, Senin (2/11/2026). Ia menambahkan bahwa pepohonan tinggi di Alas Roban tidak pernah terbakar dan cuaca kemarau panjang pun biasanya tidak memicu kebakaran hutan di sana.

Kesaksian Warga dan Pemerintah Setempat

Suwarti (72), seorang warga Surodadi yang juga pemilik warung di Alas Roban, mengenang bahwa peristiwa serupa pernah terjadi tiga tahun lalu di Hutan Sentul. Menurutnya, warga bersama tim patroli hutan saat itu juga bergotong royong memadamkan belukar yang terbakar.

“Kalau pohon terbakar memang tidak pernah. Pohonnya tinggi-tinggi. Kalau belukar biasanya karena rokok apa ya, sama membakar dedaunan yang merembet,” tutur Suwarti.

Sementara itu, Camat Gringsing, Ridho Budi Kurniawan, menyatakan bahwa sumber api hingga kini masih belum dapat dipastikan. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Perhutani, pemerintah desa, kepolisian, serta Pos Damkar Limpung begitu mengetahui api mulai meluas di area semak belukar yang terletak jauh dari permukiman warga tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *