Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, berdampak langsung pada habitat orang utan. Area pemberian pakan atau feeding di Camp Leakey mengalami kerusakan parah sehingga harus ditutup untuk sementara waktu.
Penutupan Sementara dan Kondisi Lokasi
Kondisi kawasan di sekitar lokasi feeding berubah drastis setelah dilalap si jago merah. Perwakilan relawan sekaligus pelaku wisata di kawasan TNTP, Moncos, membenarkan bahwa kebakaran tersebut membuat situasi di lokasi tersebut menjadi sangat memprihatinkan.
Menurut Moncos kepada detikKalimantan, pihak Balai Taman Nasional Tanjung Puting mengambil keputusan untuk menutup sementara aktivitas di area feeding, khususnya di Camp Leakey, sambil menunggu perkembangan kondisi kawasan tersebut.
Camp Leakey sendiri dikenal sebagai salah satu titik penting untuk kegiatan penelitian, pengamatan, serta konservasi orang utan yang juga menarik minat wisatawan untuk melihat satwa tersebut di habitat aslinya.
Dampak Terhadap Kelangsungan Hidup Satwa
Kerusakan yang terjadi pada area feeding tersebut menjadi sorotan serius karena kelestarian hutan memiliki kaitan yang sangat erat dengan keberlangsungan hidup orang utan. Kebakaran tidak hanya mengubah kondisi lingkungan secara fisik, tetapi juga berpotensi memengaruhi ruang gerak serta ketersediaan sumber pakan bagi satwa liar.
Para relawan bersama para pelaku wisata mengharapkan agar penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dapat segera diselesaikan secara tuntas. Mereka juga menaruh harapan agar area yang terdampak bisa berangsur pulih demi menjaga kelangsungan hidup orang utan serta satwa liar lainnya.
Hingga Jumat (30/10), area feeding di Camp Leakey masih ditutup untuk kunjungan dan kegiatan pengamatan. Kepastian mengenai kapan lokasi tersebut akan dibuka kembali masih menunggu perkembangan pemulihan kawasan serta keputusan resmi dari pihak Balai Taman Nasional Tanjung Puting.








