Travel News

Bandara Bengaluru Uji Teknologi SITA SmartPath untuk Perjalanan

Bandara Bengaluru Uji Teknologi SITA SmartPath untuk Perjalanan

Kempegowda International Airport Bengaluru (BLR Airport) mulai menerapkan teknologi SITA SmartPath untuk mempermudah verifikasi identitas bagi pelancong internasional yang memenuhi syarat. Sistem tersebut memungkinkan penumpang menuntaskan pemeriksaan identitas sekali saja dan selanjutnya dapat dikenali di berbagai titik penting bandara, seperti akses terminal, pemeriksaan keamanan, serta proses keberangkatan.

Program Uji Coba Tiga Bulan untuk Keberangkatan Internasional

Inisiatif ini merupakan bagian dari program uji coba selama tiga bulan untuk memperluas layanan Digi Yatra ke penerbangan internasional di bandara-bandara pilihan di India. Dengan menggabungkan kredensial Digi Yatra serta paspor elektronik penumpang bersama infrastruktur maskapai dan bandara, teknologi tersebut berupaya mengurangi pemeriksaan dokumen manual yang berulang sekaligus memberikan kesempatan bagi petugas bandara untuk lebih fokus melayani penumpang yang membutuhkan bantuan ekstra.

Keikutsertaan dalam uji coba ini terbatas bagi warga negara India yang memenuhi syarat, memiliki paspor elektronik, dan bepergian menggunakan penerbangan internasional dari maskapai India yang ikut serta. Penumpang yang memenuhi kriteria dapat membuat kredensial perjalanan digital yang terhubung dengan paspor elektronik mereka demi mewujudkan pengalaman perjalanan di bandara yang lebih lancar.

Meski demikian, para pelancong tetap diwajibkan membawa seluruh dokumen perjalanan yang diperlukan selama perjalanan berlangsung. Kehadiran verifikasi identitas digital ini tidak menggantikan ataupun menghapuskan prosedur imigrasi wajib, pengawasan perbatasan, pemeriksaan keamanan, serta ketentuan regulasi lainnya.

Pandangan Pihak Bandara dan SITA

Chief Technical Officer BIAL, George Fanthome, menyatakan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan bertahap dalam membangun ekosistem perjalanan berbasis biometrik yang mengutamakan interoperabilitas dan data di bawah kendali penumpang. Perluasan Digi Yatra ke penerbangan internasional menandai langkah lanjutan yang penting dalam perjalanan tersebut.

Melalui uji coba ini, lanjut George, pihaknya menyatukan identitas digital dan pemrosesan berbasis wajah guna menekan pengulangan pemeriksaan dokumen di berbagai titik, sekaligus menilai bagaimana pengalaman ini dapat dikembangkan lebih lanjut untuk perjalanan internasional. Kolaborasi bersama otoritas pemerintah serta mitra seperti IndiGo, Air India, SITA, dan Digi Yatra dinilai sangat krusial dalam memajukan perjalanan penumpang yang lebih terintegrasi secara digital.

Sementara itu, Presiden Wilayah Asia Pasifik SITA, Sumesh Patel, menyampaikan bahwa ketika sebuah bandara mampu mengonfirmasi identitas seorang penumpang satu kali dan mempercayainya di setiap tahap, maka terminal yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Keberangkatan internasional menjadi ujian sesungguhnya karena identitas tersebut harus berfungsi dengan sistem maskapai dan pemeriksaan di luar jaringan domestik India.

Penerapan ini dapat menjadi bukti bahwa bandara-bandara lain mampu melewati ujian serupa, seperti dilaporkan oleh Travel And Tour World. Sumesh menambahkan, langkah selanjutnya adalah pengenalan lintas batas sehingga para pelancong cukup melakukan verifikasi satu kali untuk keseluruhan perjalanan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *