Seekor paus biru yang terdampar di sekitar Pulau Kolong, kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) 17 Pulau Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil diselamatkan pada Jumat (30/10/2026) sore. Penyelamatan mamalia laut berukuran raksasa ini dilakukan dengan melepaskannya kembali ke perairan dalam menggunakan bantuan sepuluh perahu nelayan.
Proses Evakuasi Menunggu Air Pasang
Paus tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 05.30 WITA di posisi perairan dangkal bertingkat kedalaman dua hingga tiga meter. Dikarenakan kondisi air laut yang tengah surut dan ukuran fisik hewan yang sangat besar, upaya penarikan tidak bisa langsung dikerjakan pada pagi hari.
Kapolsek Riung Ipda Martinus Riang menjelaskan bahwa penarikan mamalia tersebut baru dilaksanakan setelah permukaan air laut mulai naik. Seperti dilaporkan detikcom, Martinus menyatakan bahwa paus berhasil diarahkan ke perairan lepas dalam keadaan hidup dan tidak menunjukkan adanya bekas luka pada fisiknya.
Selama kurang lebih 12 jam berada di lokasi terdampar, tim gabungan terus berupaya menjaga kelembapan tubuh mamalia tersebut. Petugas dari Resor KSDA Riung, anggota Polri dan TNI, dokter hewan Dinas Peternakan Kabupaten Ngada, perangkat desa, serta masyarakat lokal bahu-membahu menyiramkan air laut ke bagian kulit paus secara berkala.
Kepala BBKSDA NTT Adhi Nurul Hadi menyampaikan bahwa para petugas juga memastikan bagian lubang pernapasan paus tetap aman. Adhi menuturkan, “Upaya penyelamatan terhadap paus dilakukan dengan menjaga stabilitas kondisi tubuh melalui penyiraman tubuh paus dengan air laut dan menjaga lubang napas (blowhole) paus tidak terendam air atau tertutup pasir.” Ia menekankan bahwa seluruh tahapan evakuasi tetap mengutamakan keselamatan warga dan tim yang bertugas di lapangan.
Identifikasi Fisik dan Karakteristik Paus
Dari pendataan yang dilakukan oleh pihak BBKSDA NTT, satwa terdampar ini teridentifikasi sebagai paus biru (Balaenoptera musculus). Hasil pengukuran mencatat panjang total tubuhnya mencapai 2.050 sentimeter. Lebar area kepala tercatat 325 sentimeter, sementara lingkar bagian perut mencapai 430 sentimeter.
Rincian dimensi fisik lainnya meliputi panjang bagian kepala 455 sentimeter, panjang sirip 235 sentimeter, lebar tubuh area ekor 422 sentimeter, serta ekor sepanjang 407 sentimeter dengan bentangan lebar 475 sentimeter. Sewaktu berada di area dangkal, petugas mencatat frekuensi semburan napas paus muncul secara konsisten setiap 1,7 menit.
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Imam Fauzi menguraikan bahwa mamalia ini tergolong dalam kelompok mysticeti atau baleen. Kelompok spesies ini tidak memiliki struktur gigi di dalam mulutnya. Fauzi menjelaskan, “Mysticeti atau baleen yaitu paus tidak bergigi, tetapi memiliki serabut keratin seperti sikat pada rahang atas untuk menyaring makanan berupa udang kril, plankton, dan ikan kecil.”
Setelah menarik paus hingga ke perairan dalam sekitar pukul 17.30 WITA, tim penolong tidak langsung meninggalkan lokasi. Para petugas bertahan di perairan untuk memantau pergerakan dan memastikan paus biru tersebut bergerak terus menuju laut lepas.








