Travel News

Pasar Penerbangan Domestik Global Tunjukkan Ketimpangan

Pasar Penerbangan Domestik Global Tunjukkan Ketimpangan

Pasar penerbangan domestik global mengalami dinamika yang kontras di enam wilayah penerbangan utama dunia. Berdasarkan laporan Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) periode September 2026 yang dirilis pada 30 Oktober, pasar penerbangan di Australia mencatat pertumbuhan permintaan tertinggi, sementara India mengalami penurunan paling dalam.

Secara keseluruhan, permintaan penumpang domestik global yang diukur dalam revenue passenger kilometres (RPK) mengalami penurunan 2,2 persen secara tahunan (YoY) pada September 2026. Kapasitas penerbangan domestik juga menyusut 1,3 persen, sehingga tingkat keterisian penumpang (passenger load factor) berada di angka 82,5 persen. Sebaliknya, permintaan rute internasional sedikit menguat dengan peningkatan 0,4 persen, meski total permintaan penumpang secara global tetap terkoreksi 0,5 persen.

Enam negara yang dievaluasi oleh IATA menyumbang 79,4 persen dari total lalu lintas penumpang domestik dunia, serta mewakili 29,6 persen dari seluruh lalu lintas penerbangan global pada tahun acuan 2025.

Kinerja Pasar Penerbangan Domestik Utama

Australia memimpin pertumbuhan penerbangan domestik dengan kenaikan permintaan sebesar 4,5 persen dibanding September 2025. Di saat yang sama, maskapai di Australia memangkas kapasitas kursi sebesar 0,9 persen, yang justru mendongkrak tingkat keterisian penumpang hingga mencapai 86,5 persen. Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) mencatat adanya tekanan biaya operasional penerbangan. Selama semester pertama tahun fiskal 2026–2027, Qantas Domestic merencanakan pengurangan kapasitas sebesar 4 persen, Jetstar Domestic 2 persen, dan Virgin Australia 3 persen. Meski demikian, Jetstar telah memulai operasional di Bandara Internasional Sydney Barat pada 25 Oktober dengan melayani hingga 24 penerbangan pulang-pergi mingguan yang menghubungkan Melbourne, Gold Coast, dan Brisbane.

Di sisi lain, India mencatat penurunan permintaan domestik terbesar hingga 8,3 persen dengan penurunan kapasitas 7,9 persen dan tingkat keterisian 83,1 persen. Walau penerbangan nasional melemah, sejumlah maskapai tetap memperluas rute strategis. IndiGo mengumumkan penerbangan harian rute Navi Mumbai–Udaipur mulai 15 November 2026 serta rute Noida–Udaipur sejak 25 Oktober. Air India juga menambah kapasitas pada rute Mumbai–Jaisalmer, Delhi–Gaya, serta koneksi Delhi, Khajuraho, dan Varanasi untuk menyambut musim liburan.

Amerika Serikat mencatatkan penurunan permintaan domestik sebesar 2,7 persen dan pengurangan kapasitas 1,0 persen, dengan tingkat keterisian sebesar 79,8 persen. Namun, Delta Air Lines tetap menambah frekuensi penerbangan dari Los Angeles menuju Florida untuk jadwal musim dingin mulai November, termasuk penambahan jadwal harian ke Tampa, Palm Beach, dan Orlando hingga mencapai 12 keberangkatan harian pada puncak operasional.

Pasar penerbangan di Jepang terkoreksi tipis dengan penurunan permintaan 0,8 persen dan kapasitas 0,2 persen akibat gangguan cuaca saat periode libur Silver Week. Data Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang juga memperlihatkan penurunan jumlah penumpang domestik sebesar 3,3 persen pada Agustus. Kendati demikian, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) melakukan penyesuaian jadwal musim dingin dengan menambah penerbangan pada rute sibuk seperti Tokyo Haneda–Fukuoka dan Osaka Itami–Sapporo.

Brasil mencatat lonjakan kapasitas yang signifikan sebesar 7,1 persen, tetapi permintaannya hanya tumbuh 2,0 persen sehingga tingkat keterisian penumpang turun menjadi 80,2 persen. Kementerian Pelabuhan dan Bandara Brasil melaporkan pergerakan 76,8 juta penumpang domestik selama Januari hingga September 2026. Selain itu, LATAM Airlines Brasil berencana mengoperasikan hingga 14 pesawat Embraer E195-E2 mulai November 2026 hingga Maret 2027 untuk melayani 42 rute domestik.

Sementara itu, China menunjukkan pertumbuhan yang relatif seimbang antara permintaan yang naik 3,1 persen dan kapasitas yang meningkat 3,2 persen, dengan tingkat keterisian 84,1 persen. Badan Penerbangan Sipil China (CAAC) mengonfirmasi bahwa jadwal penerbangan musim dingin yang berlangsung dari 25 Oktober 2026 hingga 27 Maret 2027 menyediakan sekitar 94.000 penerbangan domestik mingguan melalui 61 maskapai penerbangan.

Prospek Musim Dingin dan Implikasi Bagi Industri Perjalanan

Proyeksi IATA menunjukkan bahwa total kapasitas kursi terjadwal secara global diperkirakan tumbuh terbatas sebesar 0,6 persen pada Oktober dan 1,5 persen pada November 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini mencakup seluruh operasional maskapai secara global.

Perbedaan antara pertumbuhan permintaan dan penyediaan kapasitas menjadi indikator penting bagi para pelaku usaha perjalanan. Di pasar seperti Australia, keterbatasan kursi dapat memicu tingginya harga tiket dan ketatnya ketersediaan tempat duduk. Sebaliknya, di pasar seperti Brasil, penambahan kapasitas yang lebih cepat dibanding permintaan menuntut maskapai untuk lebih agresif menarik penumpang.

Bagi agen perjalanan dan penyedia tur wisata, pemantauan rute secara spesifik, alokasi waktu transit yang memadai untuk penerbangan lanjutan, serta antisipasi perubahan jadwal operasional menjadi prioritas utama dalam menyusun rute perjalanan yang andal bagi wisatawan internasional maupun pelaku perjalanan bisnis.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *