Silkhaus, operator persewaan jangka pendek yang berbasis di Dubai, memutuskan untuk menutup bisnis rumah liburannya di tengah dampak perang Amerika Serikat dan Iran yang berkepanjangan. Pengumuman penghentian operasional ini disampaikan langsung oleh perusahaan melalui akun LinkedIn pada hari Jumat (20/11).
Keputusan Penutupan di Akhir November
Perusahaan menjelaskan bahwa operasional mereka akan resmi berhenti pada akhir November 2026 setelah berjalan selama lima tahun. Menurut pernyataan resmi tersebut, keputusan sulit ini diambil menyusul konflik regional yang berkepanjangan serta pengaruhnya terhadap sektor perjalanan di wilayah Dewan Kerjasama Teluk (GCC).
Kondisi tersebut dinilai terus memberikan tekanan berat pada seluruh segmen pariwisata dan perhotelan di kawasan itu. Perang yang meletus pada akhir Februari tersebut membuat para operator rumah liburan di Uni Emirat Arab menghadapi tantangan besar akibat penurunan jumlah wisatawan internasional.
Dampak Musim Liburan dan Prospek Industri
Seperti dilaporkan Skift, musim puncak liburan musim dingin kali ini diprediksi tidak akan mampu menyelamatkan para operator rumah liburan skala kecil dari hantaman gangguan yang terjadi sejak bulan Maret dan April. Sejumlah maskapai penerbangan bahkan tetap menghindari rute Dubai hingga tahun 2027, sementara pemesanan di muka berada jauh di bawah pencapaian tahun lalu sehingga memicu potensi keluarnya lebih banyak pemain dari industri ini.








